Tren Kasus HIV/AIDS di Sumedang Meningkat, Mayoritas yang Tertular Akibat Seks Sesama Jenis
Tren kasus penularan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus meningkat. Mayoritas tertular akibat berhubungan seks sesama jenis
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tren kasus penularan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus meningkat.
Mayoritas tertular akibat berhubungan seks sesama jenis, terutama lelaki seks lelaki (LSL).
Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Sumedang Retno Ernawati menyebutkan, setiap tahunnya jumlah penderita HIV/AIDS di Sumedang bertambah.
Menurut Retno, berdasarkan catatan KPA Sumedang, pada tahun 2018 terjadi penambahan kasus sebanyak 48 orang, 33 orang di antaranya adalah laki laki dan 15 orang perempuan.
Kemudian, kata Retno, di Tahun 2019 ditemukan sebanyak 82 kasus, 54 orang di antaranya adalah laki-laki dan 28 orang perempuan, Tahun 2020 ditemukan sebanyak 89 penambahan kasus, 55 orang di antaranya adalah laki-laki, dan 34 orang perempuan, dan pada Tahun 2021 ditemukan 72 kasus, 57 orang di antaranya adalah laki-laki, dan 15 orang perempuan.
"Jika melihat data yang sudah bisa mengakses pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, trennya mengalami kenaikan," kata Retno Ernawati diwawancara TribunJabar.id di Sumedang, Kamis (2/12/2021).
"Hingga saat ini, total ada 557 orang penderita HIV/AIDS di Sumedang, tetapi yang sudah melakukan pengobatan antiretroviral (ARV) atau terapi bagi pasien terinfeksi HIV sebanyak 519 orang, " ujar Retno, menambahkan.
Retno mengatakan, kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es. Sebab, kata dia, jika terus dilakukan testing, tentunya banyak ditemukan kasus
"Hingga saat ini, kita terus melakukan testing, karena ketika kita melakukan testing lebih awal maka kita akan lebih cepat mengidentifikasinya dan pasien bisa mengakses pelayanan ke RSUD," ucapnya.
Retno mengatakan, kalangan LSL (lelaki seks lelaki) mendominasi jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten yang dipimpin oleh Dony Ahmad Munir ini.
"Kasus baru mayoritas berasal dari kalangan lelaki suka lelaki (LSL),” ujar dia.
Retno menambahkan, untuk mensosialisakan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, pihaknya mengaku kerap memaksimalkan melakukan sosialisasi melalui media sosial.
“Saat ini, sosialiasi dimaksimalkan melalui medsos,," ucapnya. (*)