Breaking News:

UMK Karawang 2022 Batal Naik Tinggi, Bupati Usulkan Kenaikan 7,68%, Ini Keputusan Gubernur Jabar

Untuk UMK Kabupaten Karawang 2022, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengusulkan dinaikkan sebesar 7,68% menjadi Rp 5.166.822,36.

Tribun Jabar/Irvan Maulana
ILUSTRASI Ribuan buruk unjuk rasa meminta kenaikan upah, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 Kabupaten Karawang, Jawa Barat, batal naik pesat menjadi Rp 5.166.822,36.

Nilai UMK Karawang 2022 itu merupakan usulan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana agardinaikkan sebesar 7,68%. 

Usulan kenaikan UMK Karawang 2022 tersebut ditolak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Meski ditolak, UMK Karawang 2022 tetap tinggi karena sudah di atas upah minimun provinsi (UMP) Jakarta tahun 2022.

UMP tahun 2022 DKI Jakarta yang sebesar Rp 4.452.724 adalah tertinggi di Indonesia. UMK Karawang 2021 sebesar Rp 4.798.312.

Untuk UMK 2022, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengusulkan dinaikkan sebesar 7,68%. Dengan usulan itu, UMK Karawang tahun 2022 bakal menjadi Rp 5.166.822,36.

Baca juga: RESMI, Ini Besaran UMK di 27 Daerah di Jabar yang Sudah Diteken Gubernur Jabar

Usulan UMK Karawang tahun 2022 itu lebih besar dari rancangan awal. Sebelumnya, Bupati Karawang hanya mengusulkan kenaikan UMK tahun 2022 sebesar 5,27% menjadi 5.051.183,00.

Namun, usulan UMK Karawang tahun 2022 itu direvisi setelah mendengar aspirasi buruh.

Dilansir dari Kompas.com, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang menyebut usulan kenaikan UMK yang direkomendasikan Bupati Karawang ditolak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Gubernur minta harus sesuai dengan PP 36," kata Sekretaris Disnakertrans Karawang Rosmalia Dewi saat dihubungi, Selasa (30/11/2021).

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved