Petani di Ciparay Kabupaten Bandung Terkesima saat Drone Tabur Pupuk dari Udara
Sejumlah petani di Desa Sumber Sari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung terkesima saat drone di udara menabur pupuk di lahan mereka
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah petani di Desa Sumber Sari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung terkesima saat drone di udara menabur pupuk.
Drone yang digunakan ukurannya sekitar 1,5 meter- hingga 2 meter, dikendalikan dengan remote control.
Air dicampur pupuk organik cair dimasukkan ke dalam tank berkapasitas 10-15 liter yang dipasang di drone. Dengan kapasitas itu, lahan yang ditaburi pupuk seluas 1 hektare.
Baca juga: Kerap Memotong Anggaran untuk MPR, Sri Mulyani Didesak Mundur oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo
Drone itu kemudian diterbangkan di atas lahan yang akan ditaburi pupuk dan menyemburkan pupuk cair ke lahan yang akan digarap.
Saat menyeburkan pupuk, drone itu bulak balik diatas lahan yang menjadi sasaran. Satu hektare pemupukan dengan menggunakan drone, menghabiskan wakutu kurang dari 30 menit.
Kepala Dinas pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia kali ini.
“kami yakin dengan kerjasama yang dibangun bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) dan TodayTech ini, petani dapat memanfaatkan teknologi drone pertanian agar bertani lebih mudah dan menyenangkan," kata Tisna Umaran.
Dengan bantuan drone, proses penanaman bisa jadi lebih cepat.
Baca juga: Kapolda Jabar Minta Masyarakat Tak Liburan Pada Momen Nataru Nanti: Cukup di Rumah Saja
"Apalagi uji lokasi di berbagai daerah sudah terbukti hasilnya. Tentu saja hal ini dapat menambah motivasi petani di Kabupaten Bandung” kata Tisna.
Tisna mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen, para petani harus mau dan disiplin menerapkan sistem budidaya sesuai anjuran.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi, berharap mudahan dengan dukungan semua elemen, bisa melaksanakan program Sibedas, sistem bertani dengan agro solution.
"Yang nanti akan difasilitasi oleh teman-teman , terkait sarana produksi yang mau dihasilkan. Diharapkan, dengan program itu dapat menghasilkan peningkatan 3 ton per hektare," kata dia.
