Minggu, 3 Mei 2026

Ini Cara Pengolahan Rumput Laut Menjadi Makanan Ringan ala Ibu-ibu di Pangandaran

"Meskipun bumbunya biasa, kalau dikatakan terasa gurih, memang kripsi rumput laut ini sudah gurih dari sananya,"

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Padna
Makanan ringan berbahan dasar rumput laut hasil olahan ibu-ibu di RT 9/6 Dusun Bagolo Kolot, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (01/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- Memanfaatkan sumber daya alam (SDA), sejumlah ibu-ibu di Pangandaran mengolah rumput laut menjadi makanan ringan.

Mereka merupakan warga di RT 9/6 Dusun Bagolo Kolot, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Untuk mengolah makanan ringan, mereka mengambil bahan baku rumput laut di Pantai Karapyak.

Sebelum digoreng, rumput laut ini terlebih dahulu dicuci untuk memisahkan antara rumput laut dengan material karang atau pasir.

Kemudian rumput laut itu dijemur selama setengah hari, baik untuk langsung diolah atau untuk disimpan sebagai bahan baku cadangan. 

Seorang ibu-ibu menjemur rumput laut di RT 9/6 Dusun Bagolo Kolot, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (01/12/2021). Rumput laut ini akan diolah jadi makanan ringan.
Seorang ibu-ibu menjemur rumput laut di RT 9/6 Dusun Bagolo Kolot, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (01/12/2021). Rumput laut ini akan diolah jadi makanan ringan. (Tribun Jabar/Padna)

Baca juga: Petani Rumput Laut di Indramayu Tetap Bertahan di Tengah Pandemi, Yakin Bisa Jadi Sentra Produksi

Karena kalau tidak dijemur, rumput laut bisa busuk. Ibu-ibu itu juga memerlukan bahan baku cadangan. Jika gelombang laut tinggi, rumput laut di pantai Karapyak menjadi langka.

Setelah dijemur, rumput laut ini kembali dicuci sampai bersih dengan menggunakan air yang mengalir.

Dan selanjutnya, dicampurkan dengan adonan tepung beserta bumbu-bumbu yang sudah disediakan.

Satu perwakilan ibu-Ibu setempat, Herni (47) mengatakan, bumbu yang digunakan untuk membuat rumput laut krispi tidak jauh berbeda dengan membuat adonan gorengan.

Bumbu yang dibutuhkan di antaranya tepung beras terigu, ketumbar, bawang putih, dan penyedap secukupnya.

"Meskipun bumbunya biasa, kalau dikatakan terasa gurih, memang kripsi rumput laut ini sudah gurih dari sananya," ujar Herni saat ditemui Tribunjabar.id disela sela aktivitasnya, Rabu (1/12/2021) siang.

Baca juga: Makan Rumput Laut, Kutil Hilang Tanpa Operasi dan Obat, Ini Makanan Lain untuk Lenyapkan Kutil

Untuk pemasarannya, selain secara online, ia dan kawan-kawan baru menjual terhadap konsumen yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran.

"Harganya menurut saya cukup murah karena satu bungkusnya itu Rp 15 ribu untuk per 50 gram," katanya.

Karena pengolahan rumput laut kripsi ini terhitung baru, ibu-ibu itu masih terkendala di pemasaran.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved