Breaking News:

Dua Kawasan di Bandung Barat Jadi Perhatian Saat Natal dan Tahun Baru, Ini Langkah Dishub KBB

Kawasan Lembang dan Padalarang diprediksi akan ramai saat Natal dan tahun baru. Ini langkah yang disiapkan Pemkab Bandung Barat.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi arus lalu lintas di Kawasan Lembang saat akhir pekan ini, Minggu (10/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dua wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat perhatian khusus dari Dinas Perhubungan selama Libur Natal dan Tahun Baru 2021 karena dinilai berpotensi terjadi peningkatan volume kendaraan.

Apalagi objek wisata di KBB ini kemungkinan bakal tetap dibuka meskipun diterapkan PPKM Level 3 mulai 24 Desember sampai 6 Januari sesuai Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat liburan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Sekretaris Dinas Perhubungan Bandung Barat, Fauzan Azima mengatakan, dua wilayah yang harus mendapat perhatian khusus itu yakni kawasan Lembang dan Padalarang karena bakal menjadi titik konsentrasi penumpukan kendaraan dan keramaian saat libur Natal dan tahun baru

"Jadi kami akan membuka posko di Padalarang dan di Lembang karena memang dua lokasi itu konsentrasinya pada penumpukan kendaraan. Kami akan membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke Bandung Barat," ujarnya di Padalarang, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, kawasan Lembang menjadi titik konsentrasi kerumunan dan keramaian lantaran memiliki banyak objek wisata, sementara Padalarang bakal diawasi lantaran merupakan gerbang masuk kendaraan dari luar daerah seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, dan daerah lainnya.

"Artinya yang paling diawasi itu ke wisata. Sehingga konsentrasi kami itu di Lembang, tapi kami tetap monitor juga yang di Padalarang pastinya," kata Fauzan.

Di dua titik tersebut pihaknya bakal melakukan penyekatan untuk mengendalikan volume kendaraan yang masuk ke Bandung Barat, khususnya ke kawasan wisata Lembang

Fauzan mengatakan, selain penyekatan kendaraan, nantinya bakal diterapkan juga ganjil genap oleh aparat kepolisian, sehingga mobilitas masyarakat bisa dikendalikan secara signifikan.

"Edaran dari pusat, kan, mekanismenya PPKM Level 3 jadi pengendalian keramaian baik itu dengan ganjil genap atau bisa mekanisme lain sesuai kebijakan daerah," ucapnya.

Menurutnya, upaya seperti itu perlu untuk dilakukan karena bakal ada potensi peningkatan volume kendaraan saat Nataru nanti, meskipun saat ini sudah digaungkan terus menerus soal penerapan PPKM Level 3.

"Kalau tidak ada PPKM Level 3 pasti peningkatan volume kendaraannya tinggi. Tentu harapan kami saat Nataru enggak ada kenaikan volume secara signifikan," ujar Fauzan.

Atas hal tersebut, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi, bahwa selama libur Nataru itu bahwa ASN dilarang untuk cuti dan bepergian ke luar daerah.

Baca juga: Dilarang Mudik saat Libur Natal dan Tahun Baru, Masyarakat yang Nekat Mudik Akan Disanksi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved