Breaking News:

Persib Bandung

Keok Dari Arema FC 0-1, Persib Bandung Disebut Sering Salah Lakukan Umpan dan Operan Pendek

Pemain Persib yang banyak kehilangan bola dan salah dalam melakukan umpan dan gagal melakukan operan-operan pendek

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
Keok Dari Arema FC 0-1, Persib Bandung Disebut Sering Salah Lakukan Umpan dan Operan Pendek
dok Pribadi
Asep Sumantri, pengamat sepakbola

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Persib Bandung harus takluk dari Arema FC dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan ke-14 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (28/11/2021).

Gol Arema di cetak Dendi Santoso pada menit 16. Pemilik nomor punggung 41 tersebut menggiring bola di sisi kiri pertahanan Persib Bandung, setelah berhasil merangsek masuk ke kotak pinalti dan melewati penjagaan Zalnando, Dendi yang berhadapan dengan kiper, langsung melepaskan tendangan keras ke sudut kanan atas dari gawang Teja Paku Alam.

Meski kedua tim silih berganti melakukan jual beli serangan, namun hingga peluit dibunyikan wasit tanda 2x45 menit, tidak ada gol tambahan yang terjadi.

Baca juga: Gagal Raih Puncak Klasemen Liga 1, Persib Bandung Keok 0-1 Dari Arema FC

Pengamat sepakbola yang juga mantan pemain Persib Bandung, Asep Sumantri menilai bahwa, absenya sosok M. Rashid di lini tengah Persib Bandung, cukup berdampak pada penguasaan dan aliran bola kepada lini serang Maung Bandung. 

Menurutnya, berkali-kali para pemain Persib kehilangan sentuhan dan gagal melakukan operan-operan pendek yang biasa dilakukan di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

"Tentunya kekalahan ini cukup disayangkan ya. Tapi melihat performa dari para pemain Persib yang banyak kehilangan bola dan salah dalam melakukan umpan cukup sering terjadi, pola komunikasi antar pemain juga seperti ada yang terputus. Akibatnya antar pemain tampak saling salah dalam memahami dari bola yang dialirkan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (28/11/2021).

Baca juga: BABAK 1, Banyak Umpan Buruk dari Pengumpan Persib, Setelah Tertinggal Baru Ngotot Menyerang

Selain itu, Persib Bandung pun bermain tidak seperti biasanya, dimana tekanan sejak menit awal yang biasa dilakukan dan menjadi gaya permainan Maung Bandung di beberapa pertandingan sebelumnya, dalam pertandingan kali ini tidak terlihat, dan justru seolah lawan diberikan keleluasaan untuk mendominasi permainan dan terus melakukan tekakan.

Asep pun menilai, karena terus ditekan, para pemain Persib Bandung mengandalkan bola-bola panjang langsung ke lini depan.

Namun rapatnya pertahanan dan penjagaan pemain Arema kepada Wander Luiz dan Geoffrey Castillion, membuat beberapa peluang tersebut tidak efektif. 

Bola-bola yang dipantulkan oleh para striker ke pemain gelandang pun lanjutnya tidak dapat dimanfaatkan untuk mengancam gawang lawan.

Baca juga: Gawang Persib Bandung Dibobol Dendi Santoso Arema FC, Ini yang Dia Katakan Sebelum Laga

"Kita bisa lihat, berkali-kali baik Jupe maupun Supardi, bahkan Robert Rene, terus berteriak kepada rekan-rekan untuk fokus dan rapat dalam menjaga lini tengah. Sebab para pemain Arema FC seperti sangat leluasa untuk langsung berhadapan dengan para pemain di lini belakang termasuk dengan Teja Paku Alam sebagai penjaga gawang. Karena terus tertekan, akhirnya aliran bola-bola panjang pun terus dilakukan ke lini depan," ucapnya.

Ia pun berharap, evaluasi pun terus dilakukan tim pelatih guna membenahi kekurangan yang terjadi sepanjang pertandingan, sebagai persiapan menghadapi pertandingan selanjutnya.

"Tentu evaluasi akan dilakukan oleh tim pelatih atas hasil pertandingan hari ini, sekaligus sebagai pelajaran menatap pertandingan selanjutnya. Kekalahan hari ini bukan akhir dari segalanya, karena masih ada lima pertandingan lagi di seri ketiga yang harus dihadapi dan terus berjuang untuk Persib Bandung," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved