Breaking News:

Ribuan ASN hingga Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Masuk Daftar Penerima Bansos

Kabid Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinsos Kabupaten Cirebon, Gunarsa, mengatakan, ribuan ASN itu terdiri dari pegawai pemda, BUMN, BUMD, TNI, Polri

Ilustrasi PNS 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Cirebon terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Diketahui, DTKS sendiri menjadi patokan pemerintah dalam mendistribusikan berbagai macam bansos kepada masyarakat.

Di antaranya, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lainnya bagi warga kurang mampu.

Baca juga: Ribuan ASN di Kabupaten Cirebon Terdata sebagai Penerima Bansos, Kadinsos: Kami jJuga Tidak Mengerti

Kabid Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinsos Kabupaten Cirebon, Gunarsa, mengatakan, ribuan ASN itu terdiri dari pegawai pemda, BUMN, BUMD, TNI, dan Polri.

Bahkan, menurut dia, sejumlah kuwu atau kepala desa dan lima anggota DPRD Kabupaten Cirebon pun masuk dalam data tersebut sebagai penerima bansos.

"Data ini baru ditemukan setelah ada evaluasi bersama Kemensos RI beberapa waktu lalu," ujar Gunarsa kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (27/11/2021).

Ia mengatakan, jumlah ASN di Kabupaten Cirebon yang terdaftar sebagai penerima bansos dalam DTKS mencapai 2000-an kepala keluarga (KK).

Namun, dari penelusuran sementara pihaknya memastikan tidak semua ASN yang terdata dalam DTKS telah menerima bansos.

Pasalnya, saat dicek di sistem para ASN dan anggota DPRD Kabupaten Cirebon tersebut tidak menerima bansos meski namanya tercantum dalam DTKS.

"Di aplikasi ada keterangannya, misalnya si A masuk DTKS tapi keterangan PKH nihil, BPNT nihil, dan bantuan lainnya juga nihil," kata Gunarsa.

Baca juga: Sola Kasus Korupsi Bansos Covid-19 KBB, Ini Respons Kuasa Hukum Andri Wibawa Atas Kasasi KPK

Gunarsa memastikan, saat ini data itu tengah diperbaiki untuk mencoret para ASN dan anggota dewan dari DTKS sebagai penerima bansos.

Ia berharap, proses perbaikan data tersebut rampung secepatnya dan kesalahan serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Kami sedang berkerja keras memperbaiki datanya, karena mereka tidak menerima bantuan, tapi terdata sebagai warga miskin," ujar Gunarsa.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved