Mayat Dalam Karung di Bandung
Kasus Bocah Dalam Karung di Bandung, Korban Melawan, Cakar Tangan Pelaku, Tangan dan Mulut Dilakban
Korban ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal berada di dalam karung dengan kondisi mulut dan tangan dilakban, serta ada luka pada kening
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaku di bawah umur yang melakukan rudapaksa dan perampasan nyawa anak perempuan 10 tahun di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Selasa (23/11/2021), telah merencanakannya, dan korban sempat melawan.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengatakan, latar belakang pelaku melakukan hal keji tersebut karena kecanduan film dewasa.
"Saat korban pulang mengaji melewati rumah pelaku, kemudian pelaku membekap dan membawa ke gubuk," kata Hendra, di Mapolresta Bandung, Kamis (25/11/2021).
Baca juga: Sosok Pelaku Perampasan Nyawa Anak 10 Tahun Dibungkus dalam Karung, Sempat Berpura-pura Mencari
Menurut Hendra, gubuk tempat kejadian rudapaksa ataupun perampasan nyawa tersebut tak jauh dari rumah korban.
"Si korban sempat melakukan perlawan, karena di tangan pelaku ada bekas cakaran," ucapnya.
Hendra mengungkapkan, korban ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal berada di dalam karung dengan kondisi mulut dan tangan dilakban, serta ada luka pada kening.
Menurut hasil autopsi, luka tersebut adalah akibat benda tumpul.
"Kemudian pada alat kelaminnya juga ada sperma," kata dia.
Dari sana kata Hendra, berhasil mengungkap, ternyata pelakunya juga masih tetangganya dan anak di bawah umur.
"Adapun motivasi pelaku melakukan itu karena sering melihat video porno," kata dia.
Baca juga: UPDATE Mayat Bocah dalam Karung di Bandung, Diduga Direncanakan, Banyak Video Syur di Ponsel Pelaku
Sedangkan motif menghabisi nyawa korban, kata Hendra, tidak ingin terungkap siapa yang melakukan perbuatan cabul tersebut.
"Dalam handphone pelaku, kami menemukan banyak sekali koleksi video-video tersebut. Sehinggga memicu pelaku untuk melakukan tindakan tersebut," katanya.
Menurut Hendra, kejadian tersebut telah direncanakan karena pelaku membawa lakban dan lap merah dari rumahnya. Sedangkan kayu yang digunakan untuk menghabisi korban, merupakan kayu yang ada di TKP.