Deretan Hewan Penghisap Darah bak Vampire, dari Kelelawar sampai Burung
Darah menjadi alat untuk membawa nutrisi di dalam tubuh. Jadi meski bentuknya cairan, tetapi fungsinya sangat vital.
Salah satu jenis kutu bahkan dianggap bertanggung jawab atas wabah bubonic atau yang disebut dengan Black Death.

Alasan yang membuat kutu menjadi hewan pengisap darah yang mematikan adalah karena dia bisa menjadi vektor penularan penyakit.
Kutu sering membawa penyakit dari mangsa sebelumnya. Jika ia terinfeksi dan berpindah ke individu lain, kutu bisa menularkan penyakit tersebut.
3. Tungau
Tungau adalah hewan pengisap darah berikutnya yang perlu diwaspadai.

Ukurannya sangat kecil dan sering ditemukan di tempat tidur. Ketika tungau menggigit kulit manusia, umumnya ia tidak menyebabkan rasa sakit.
Namun gigitannya sangat gatal dan bisa menyebabkan radang. Berita baiknya, tungau tidak akan menularkan penyakit apapun.
4. Burung vampire finch
Burung vampire finch adalah burung asli dari Pulau Galapagos.
Burung ini tidak hanya mengisap darah, namun juga makan biji-bijian dan serangga.

Burung vampire finch paling sering mengisap darah angsa batu atau booby bird.
5. Lintah
Siapa yang tidak tahu lintah? Binatang pengisap darah ini nyatanya dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit seperti tumor, penyakit kulit, asam urat, dan batuk.
Sayangnya, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung bahwa lintah bisa mengobati penyakit tersebut.(Nadia Faradiba)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Hewan Pengisap Darah yang Mengerikan",