Breaking News:

Yana Hilang Misterius

BREAKING NEWS Yana 'Nge-Prank' Hilang di Cadas Pangeran Sumedang Jadi Tersangka, Ditahan?

Penetapan tersangka terhadap Yana lantaran diduga telah membuat kegaduhan publik dengan membuat pesan suara seolah-olah menjadi korban penganiayaan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kepolisian Resor Sumedang menggelar konferensi kasus Yana yang sempat dilaporkan hilang di Cadas Pangeran, Senin (22/11/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Polres Sumedang akhirnya menetapkan Yana Supriatna (40) warga Babakan Regol, Desa Sukajaya, Sumedang Selatan, Sumedang sebagai tersangka kasus kebohongan.

Sebelumnya, Yana menjalani serangkaian pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Sumedang sejak Kamis (18/11/2021) malam.

Yana diperiksa terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap dirinya yang menggegerkan jagat pemberitaan. Yana sempat dilaporkan hilang di kawasan Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat.

Baca juga: Mbah Mijan Ikut Di-bully Netizen Imbas Komentari Yana Cadas Pangeran, Tulis Curhatannya Begini

Pantauan TribunJabar.id, saat memasuki Aula Tribrata Polres Sumedang, pria yang berprofesi sebagai staf di salah satu Kantor Notaris di kawasan Sumedang Kota tersebut tampak mengenakan kemeja berwarna biru muda dengan pengawalan ketat sejumlah petugas.

"Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat konferensi pers di Mapolres Sumedang, Senin (22/11/2021).

Erdi mengatakan, penetapan tersangka terhadap Yana ini lantaran diduga telah membuat kegaduhan publik dengan membuat pesan suara seolah-olah menjadi korban penganiayaan

"Dia jadi tersangka karena membuat kegaduhan di masayarakat," tuturnya.

Baca juga: Kasus Yana Hilang Tenarkan Cadas Pangeran, PHRI Minta Pemkab Sumedang Tangkap Momentum untuk Hal Ini

Atas perbuatan itu, lanjut Erdi, tersangka Y dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1/1964 tentang peraturan hukum pidana.

"Kami tidak melakukan penahanan terhadap pelaku, mengingat ancaman hukuman yang dikenakan kurang dari 5 tahun dan bukan merupakan Pasal pengecualian. Yang bersangkutan wajib melapor setiap hari," kata Erdi, menambahkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved