Kabar Baik, Sejak Diberlakukan Status PPKM, Baru Kali Tak Ada RT di Majalengka Berstatus Zona Merah

Menurut data Dinas Kesehatan Majalengka, saat ini sudah tidak ada daerah tingkat rukun tetangga (RT) berstatus zona merah di Kota Angin.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
freepik
Ilustrasi virus corona - Data Dinas Kesehatan Majalengka, saat ini sudah tidak ada daerah tingkat rukun tetangga (RT) berstatus zona merah di Kota Angin. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 di Kabupaten Majalengka terus bergulir.

Naiknya Majalengka ke level 2 diketahui karena cakupan sasaran vaksinasi sudah mencukupi.

Penetapan itu juga hasil asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap risiko infeksi Covid-19.

Menurut data Dinas Kesehatan Majalengka, saat ini sudah tidak ada daerah tingkat rukun tetangga (RT) berstatus zona merah di Kota Angin.

Jumlah RT di Majalengka sendiri, yakni 6.557 RT.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Majalengka, Agus Susanto, mengatakan, pihaknya mensyukuri tak adanya RT yang tercatat zona merah penyebaran Covid-19.

Menurutnya, hal itu baru diperoleh sejak masa PPKM diberlakukan pada bulan Juli.

"Zona merah tingkat RT alhamdulilah sudah nihil. Semoga dapat mempertahankannya ke depan," ujar Agus dalam keterangan resminya yang diterima Tribun, Senin (22/11/2021).

Per Senin (22/11/2021) ini, penambahan kasus Covid-19 berjumlah tiga.

Penambahan itu berasal dari dari tiga kecamatan, yaitu Cigasong, Kertajati, dan Sukahaji.

"Sebenarnya terkait kasus di kami itu sudah landai, apalagi cakupan vaksinasi kami sudah mencapai target di atas 50 persen. Terkait penetapan level juga kami sudah di level 2," ucapnya.

Namun, Agus mengingatkan, setiap pencapaian pengendalian Covid-19 adalah peringatan agar tetap taat protokol kesehatan dan melaksanakan PPKM level 2 secara bertanggung jawab.

Menurut dia, terbuka kemungkinan Majalengka kembali ke zona merah (level 4) jika tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas.

“Jangan sampai kita jadi pemicu naiknya kasus kembali,” jelas dia. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved