FAKTA Mengejutkan, Sering Belajar Daring Pakai Ponsel, Pelajar Pangandaran Harus Pakai Kacamata
Hampir dua tahun belajar daring gunakan gadget, sejumlah pelajar di Pangandaran diperiksa mata.
Penulis: Padna | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Hampir dua tahun belajar daring gunakan gadget, sejumlah pelajar di Pangandaran diperiksa mata.
Pemeriksaan mata ini dilakukan di empat titik di Kabupaten Pangandaran. Seperti di halaman Kecamatan Padaherang, RSUD Pandega Pangandaran, SO Medica Utama dan SO di Kecamatan Cimerak.
Selain para pelajar, pemeriksaan mata tersebut juga diikuti oleh masyarakat setempat.
Baca juga: Cerita Istri Sebelum Yana Hilang Misterius di Tempat Genosida Cadas Pangeran, Tangisnya Penuh Harap
Ketua Jabar begerak Kabupaten Pangandaran, Wiwin Asep Noordin menyampaikan, kegiatan ini merupakan program mataku jendelaku bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kabupaten Pangandaran.
"Karena termasuk program yang luar biasa, pemeriksaan mata ini banyak diikuti oleh para pelajar," ujarnya saat melakukan monitoring pemeriksaan mata di halaman Kecamatan Padaherang, Kamis (18/11/2021) siang.
Selama pandemi Covid-19, belajar di sekolah dihentikan sementara dan diganti dengan belajar di rumah menggunakan ponsel.
"Apalagi kemarin - kemarin, karena Pandemi Covid-19 PPKM ketat, anak-anak sekolah harus belajar daring (online) pakai ponsel atau laptop," katanya.
Baca juga: Cerita Nenek di Tasikmalaya, Bangun Tengah Malam Salat Tahajud Lalu Selamat dari Rumah Ambruk
Kata dia, program tersebut sangat membantu mendeteksi dini kerusakan mata bagi pelajar.
"Jadi alhamdulilah, program ini sangat membantu. Sehingga, anak-anak penerus bangsa ini bisa diperhatikan kesehatan matanya," ucapnya.
Wiwin mengungkapkan, program pemeriksaan mata ini direspon baik oleh pelajar maupun masyarakat.
Karena selain pemeriksaan, yang termasuk kategori itu bisa mendapatkan kacamata.
"Sampai siang ini juga, yang daftar mencapai 700 orang. Tapi, karena kuotanya terbatas yang bisa mendapatkan kaca mata hanya 300 orang."
Ia menyebut, dalam pemeriksaan mata pelajar itu, sejumlah anak-anak harus mendapat kacamata. Imbas salah satunya dari keseringan menggunakan ponsel.
"Dan yang bisa mendapatkan kaca mata, yaitu orang yang termasuk dalam katagori plus 0,75 sampai 6, minus 75 sampai 6," katanya.
Jadi, lanjut Ia, orang yang daftar dan termasuk katagori tersebut bisa mendapatkan kacamata.
"Tapi kalau tidak dapat, mereka hanya mendapatkan pemeriksaan mata saja," ucap Wiwin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/periksa-mata-18-nv.jpg)