Breaking News:

Pembeli Berkurang, Pusat PKL Cihideung Kota Tasik Mulai Ditinggal Pedagang

PKL Jalan Cihideung Kota Tasikmalaya kini mulai berkurang. Mereka memilih tak berjualan.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Sebuah becak parkir di lahan yang biasanya dipadati PKL di pusat PKL Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/11/2021) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jumlah PKL di Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya, terus menyusut karena kekurangan pembeli.

Sejumlah PKL yang ditemui Rabu (17/11/2021) petang, menyebut penyusutan hingga mencapai 40 persen.

"Kalau dilihat-lihat, yang sudah tak jualan maupun jualan sesekali sekitar 40 persen," kata Ian (23), salah seorang PKL Cihideung.

Ia mengungkapkan, PKL yang mulai berhenti jualan sebagian besar PKL di bidang fashion. 

"Bidang fashion ini memang pembelinya terus menyusut. Menurut saya ada pengaruh beli secara online juga," ujar Ian.

Jumlah PKL Cihideung saat didata Dinas KUKM dan Perindag Kota Tasikmalaya menjelang penertiban beberapa waktu lalu sekitar 300 orang.

Keberadaan PKL Cihideung sudah ada sejak tahun 70an, sehingga menjadi pusat keberadaan PKL di Kota Tasikmalaya.

Dedi (45), PKL lainnya, menuturkan, menyusutnya jumlah PKL juga faktor aturan bongkar pasang lapak yang kini diterapkan.

"Bongkar pasang lapak ini cukup merepotkan. Belum lagi biaya angkut dan biaya penitipan di gudang," kata Dedi.

Dengan omset yang terus menurun, tambah Dedi, jualan di kawasan Cihideung ini sudah tak menjanjikan lagi bagi komoditas tertentu seperti pakaian.

Baca juga: Pemkot Tasik Izinkan PKL Jalan Cihideung Jualan Lagi, Pedagang Sebut Syaratnya Bikin Mereka Repot

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved