Breaking News:

Pemkot Tasik Izinkan PKL Jalan Cihideung Jualan Lagi, Pedagang Sebut Syaratnya Bikin Mereka Repot

Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan kelonggaran kepada PKL yang biasa berjualan di Jalan Cihideung, pada Rabu (8/9) untuk sementara diperbolehkan

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN
Pedagang di Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya membongkar lapaknya, Rabu (8/9/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan kelonggaran kepada para PKL yang biasa berjualan di Jalan Cihideung.

Setelah mengultimatum agar lapak dibongkar paling lambat Selasa (7/9), mulai Rabu (8/9) mereka untuk sementara diperbolehkan jualan lagi. 

Namun lapak wajib menggunakan sistem bongkar pasang.

"Mereka bisa buka mulai pukul 09.00 dan pukul 16.00 sudah harus dibongkar lagi," kata Kepala Dinas UMKM Perindag Kota Tasikmalaya, M Firmansyah, Rabu (8/9).

Selain itu, seluruh PKL dilarang memasang tenda dan dicantolkan ke atap pertokoan. Karena hal itu akan menghambat proses bongkar pasang.

Sejumlah PKL yang ditemui Rabu sore mengaku kerepotan harus bongkar pasang lapak.

"Sejak subuh mau tidak mau sudah harus memasang lapak agar pukul 09.00 sudah bisa jualan," kata Ridwan (40), pedagang keping DVD.

Sementara pemilik lapak bakso Mas Mancung memilih tetap berjualan hingga pukul 17.00 karena stok dagangan baksonya masih banyak.

"Saya hanya bawa 50 porsi saja. Tapi bisa dilihat masih banyak. Nanti saja dibongkarnya dengan harapan masih ada pembeli," kata pemilik bakso yang enggan disebut namanya ini.

Namun begitu sebagian besar PKL sudah membereskan lapak masing-masing, sehingga Jalan Cihideung tampak lengang.

"Kesepakatannya memang buka pukul 09.00 dan harus sudah bongkar pukul 16.00," kata Aay (39), pedagang lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved