Banyak Keputusan Kontroversial, Liga 1 Disarankan Tambah Dua Wasit Saat Pertandingan

Tambahan dua wasit yang bertugas di dekat kotak penalti bisa jadi solusi.

Editor: taufik ismail
Tribun jabar / Deni Denaswara
Bek Persib Bandung Victor Igbonefo bereaksi saat wasit mengeluarkan kartu kuning di laga Persib melawan Borneo FC di Stadion Indomillk Arena, Tangerang, Kamis (23/9/2021). Laga itu berakhir imbang 

TRIBUNJABAR.ID - Sejumlah keputusan kontroversial dibuat wasit di dua seri Liga 1 2021/2022.

Hal ini menjadi perbincangan pecinta sepak bola.

Hal ini membuat PT LIB akhirnya membuka wacana untuk penggunaan video assistant referee (VAR).

Penggunaan VAR ini dianggap sebagai langkah solutif untuk menyelesaikan masalah kualitas wasit yang menjadi sorotan publik.

Namun, mantan wasit terbaik Indonesia era 90-2000-an, Purwanto, memiliki pendapat sendiri.

Menurutnya, pengadaan VAR dalam kompetisi cocok dijadikan solusi ke depan, tapi tidak menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini.

Pengadaan VAR tidak murah dan membutuhkan waktu pemesanan yang cukup lama.

Bahkan, PT LIB sendiri mengungkapkan VAR diproyeksi baru bisa diterapkan di Liga 1 musim depan dengan percobaan pada akhir musim kompetisi 2021-2022.

Belum lagi wasit atau operator VAR nanti juga membutuhkan lisensi khusus sehingga perlu menjalani pendidikan terlebih dahulu.

Karena itu, jika tujuannya untuk menekan keputusan kontroversial, khususnya soal gol dan penalti, Purwanto menyarankan pengadaan tenaga tambahan dua orang pembantu wasit yang dekat dengan gawang.

"Tidak usah VAR dulu, dua orang pembantu wasit dekat dengan gawang saja tidak ada," ujar Purwanto kepada Kompas.com.

"Kan sebenarnya juga menjadi solusi, menempatkan pembantu wasit di gawang. Kalau wasit ragu bisa tanya mereka. Ilustrasi saja, sudah dibuat simpel saja, coba saja pasang dua orang di situ, tidak usah VAR," katanya.

Menurut Purwanto, pengadaan tenaga tambahan ini menjadi solusi yang lebih realistis.

Dia merasa hal itu efektif dalam menekan kemungkinan wasit membuat keputusan kontroversial.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved