Breaking News:

Saat Hujan Lebat Jembatan di Desa Nasol Ciamis Runtuh Total, Kini Tak Bisa Dilalui Warga

Jembatan ini membuat warga harus mencari jalur alternatif untuk bepergian.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Dok/Sekdes Nasol Abdul Latif
Jembatan di Blok Natasenjaya di Dusun Babakan, RT 19/06, Desa Nasol, Cikoneng, Ciamis, runtuh total saat diguyur hujan lebat, Senin (15/11/2021) pukul 16.00 sore. Jembatan jalan desa yang menghubungkan Dusun Babakan, Dusun Nasol dan Dusun Carik tersebut putus total. Selasa (16/11/2021) sejak pagi, warga bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu agar bisa dilewati minimal pejalan kaki. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Jembatan di Blok Natasenjaya, Dusun Babakan, RT 19/06, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Ciamis, runtuh total saat hujan lebat mengguyur Senin (15/11/2021) pukul 16.00 sore.

Menyusul runtuhnya jembatan dengan ukuran panjang 10 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter tersebut, hubungan Dusun Babakan dengan Dusun Nasol dan Dusun Carik putus total.

Jangankan mobil dan sepeda motor, pejalan kaki saja tidak bisa lewat.

“Jembatan yang runtuh ambles tersebut berada di jalan desa yang menghubungkan 3 dusun yakni Dusun Babakan, Dusun Nasol dan Dusun Carik. Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 16.00 saat hujan lebat,” ujar Sekdes Desa Nasol, Abdul Latif kepada Tribun Selasa (16/11/2021).

Jembatan yang runtuh di Dusun Babakan tersebut menurut Abdul Latif merupakan jembatan usia tua dengan kontruksi tempo dulu dan di bawahnya mengalir saluran air.

“Sebenarnya sebagian badan jembatan sudah ambles sebagian saat musim hujan tahun 2020 lalu. Tapi masih bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. Sementara mobil sudah tidak bisa lewat sama sekali,” katanya.

Menyusul hujan lebat yang mengguyur dengan intensitas tinggi dan durasi lama Senin sore, badan jembatan di Blok Natasenjaya tersebut runtuh total.

Warga harus menempuh jalan alternatif lain.

Menurut Abdul Latif, warga sejak Selasa pagi sudah bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu agar bisa dilewati minimal oleh pejalan kaki dan mudah-mudahan bisa dilewati sepeda motor.

“Sejak tadi pagi warga sudah bergotong royong membuat jembatan darurat, dari bambu. Minimal bisa dilewati pejalan kaki. Tapi belum selesai,” ujar Abdul Latif.

Dulu sebelum runtuh total, jembatan tersebut menurut Abdul Latif pernah diusulkan untuk dibangun permanen.

Baca juga: Seling Jembatan Rawayan Sukabumi Rusak Akibat Banjir Bandang, Goyang Ngeri saat Dilalui Mobil Berat

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved