Kasus DBD di Bandung Barat Menurun, Tapi Banyak yang Tidak Terlaporkan ke Dinkes KBB

Adanya kasus DBD yang tidak terlaporkan ke Dinas Kesehatan KBB itu karena puskesmas dan rumah sakit sedang fokus vaksinasi Covid-19

DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) patut diwaspadai karena selama tahun 2021 ini tercatat sudah ada 260 kasus dan satu orang meninggal dunia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, jumlah 260 kasus DBD itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2020 lalu yang jumlahnya mencapai 968 kasus dan tiga orang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasyihan, mengatakan, faktor yang menyebabkan kasus DBD pada tahun 2021 menurun ketimbang kasus tahun 2020 yakni banyaknya kasus DBD yang tidak terlaporkan ke puskesmas di setiap daerah.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Sumedang Mulai Meningkat, Sudah 5 Orang yang Meninggal Akibat DBD

"Dibandingkan dengan 2020 memang menurun, tapi faktornya itu karena ada banyak kasus yang tidak terlaporkan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/11/2021).

Adanya kasus DBD yang tidak terlaporkan ke Dinas Kesehatan KBB itu, kata dia, karena puskesmas dan rumah sakit sedang fokus vaksinasi Covid-19, sehingga petugasnya banyak yang sibuk bekerja sebagai vaksinantor.

"Artinya DBD ini tidak terperhatikan pelaporannya," kata Nurul.

Selain itu, kata dia, pencegahan DBD pada masyarakat hingga saat ini belum optimal karena petugasnya masih sibuk dengan melakukan sosialisasi penanganan dan pencegahan Covid-19.

"Faktor menurun kasus DBD ini memang karena pelaporannya saja yang enggak masuk. Pencegahan juga belum terlalu maksimal karena sosialisasinya sekarang ke Covid-19," ucapnya.

Atas hal tersebut, pihaknya mengingatkan masyarakat di Bandung Barat wajib mewaspadai potensi penularan DBD mengingat saat ini baru masuk musim hujan, terutama bagi masyarakat yang ada di perkotaan.

"Di kita endemik DBD itu di Padalarang, Ngamprah, Cimareme. Kalau di wilayah selatan cenderung sedikit," ucap Nurul.

Baca juga: Waspada DBD, Sudah Ada 625 Kasus, di Kota Tasikmalaya, 12 Diantaranya Meninggal

Ia mengatakan, untuk antisipasi pencegahan DBD itu, pihaknya tetap melakukan fogging, bahkan permintaan fogging dari masyarakat Bandung Barat, hingga saat ini terus meningkat.

"Bulan Oktober aja permintaan fogging sampai 5 kali padahal biasanya hanya 1 kali sebulan. Upaya lebih bagus itu sebetulnya PSN dan abatisasi. Cuma masyarakat lebih tenang kalau ada fogging," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved