Breaking News:

Jalani Hukuman 1 Tahun 6 Bulan, Eks Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Menghirup Udara Bebas

Mantan WaliKota Tasikmalaya, Budi Budiman, akhirnya menghirup udara bebas, Minggu (7/11), setelah menjalani hukuman kasus gratifikasi.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
KETERANGAN FOTO : Warga dan simpatisan menyambut kedatangan Budi di kediamannya, Jalan Bojong Kaum, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/11) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Mantan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, akhirnya menghirup udara bebas, Minggu (7/11), setelah menjalani hukuman kasus gratifikasi.

Budi Budiman tiba di rumahnya di Jalan Bojong Kaum, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 13.45.

Sejak selepas dzuhur, warga sudah berkumpul di sekitar rumah Budi Budiman untuk menyambut kedatangan WaliKota ketiga Kota Tasikmalaya ini.

Setiba di rumah, warga langsung menyambut Budi. Suasana haru sempat menyelimuti pertemuan itu.

Baca juga: Wali Kota Nonaktif Tasikmalaya Budi Budiman Dijebloskan ke LP Sukamiskin

Penyambutan Budi pun dilakukan dalam sebuah acara seremoni.

"Ini kabar bahagia. Salah seorang tokoh yang telah membangun Kota Tasikmalaya telah kembali ke rumah," kata salah seorang tokoh ulama, KH Aminudin Bustomi, yang ikut hadir dan memberikan sambutan.

Budi mengaku lega akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarga di rumah.

"Satu tahun lima belas hari saya meninggalkan Kota Tasikmalaya," kata Budi yang tampak segar ini.

Budi mengatakan dia akan mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Tasikmalaya walau kini situasinya sudah lain.

"Tidak ada halangan untuk tetap mengabdi di Kota Tasikmalaya yang kita cintai ini," ujar Budi.

Seperti diketahui, pada 2018 Budi tersandung kasus gratifikasi dengan pejabat Kemenkeu, Yaya Poernomo, yang juga telah menjalani hukuman.

Dalam sidang tipikor di Bandung, 24 Februari 2021, Budi divonis satu tahun penjara potong masa tahanan serta denda Rp 200 juta.

Atas vonis tersebut jaksa KPK melakukan banding dan pada sidang di Pengadilan Tinggi, hukuman ditambah jadi satu tahun enam bulan. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved