Breaking News:

Wali Kota Nonaktif Tasikmalaya Budi Budiman Dijebloskan ke LP Sukamiskin

Wali Kota nonaktif Tasikmalaya, Budi Budiman, dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat

Tribun Jabar/ Firman Suryaman
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Wali Kota nonaktif Tasikmalaya, Budi Budiman, dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021).

Pengadilan menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara bagi Budi Budiman dikurangi masa tahanan.

Selain itu, Budi Budiman juga membayar denda Rp 200 juta subsider kurungan dua bulan. 

Eksekusi Wali Kota nonaktif Tasikmalaya itu dipimpin Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Andry Prihandono.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, eksekusi itu dilakukan setelah ada putusan tingkat banding di Pengadilan Tinggi (PT) Bandung Nomor:4/TIPIKOR/2021/PT BDG tertanggal 5 Mei 2021.

"Melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor Tingkat Banding dengan terpidana Budi Budiman dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara 1,5 tahun dikurangi selama ada dalam tahanan," kata Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Jumat.

Baca juga: Pesan Wali Kota Tasik Budi Budiman Sebelum Ditahan KPK, Mengaku Tak Bersalah dan Demi Bangun Tasik

Dikutip dari Antara, Budi Budiman dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan menyuap pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo dan Rifa Surya sebesar Rp 700 juta.

Uang diberikan Budi Budiman karena jasa Yaya dan Rifa mengurus pencairan anggaran Dana Insentif Daerah (DID) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2018 untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya.

Dalam putusan tingkat pertama, Budi Budiman divonis 1 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan, atas putusan tingkat pertama itu KPK lalu mengajukan banding.

Pengadilan Tinggi (PT) Bandung selanjutnya pada 4 Mei 2021 memutuskan untuk menerima banding jaksa penuntut umum KPK dan memperberat vonis Budi Budiman menjadi 1,5 tahun penjara.

Di sisi lain, Ali Fikri, mengatakan Jaksa eksekusi KPK tersebut juga mengeksekusi pengusaha bernama Sutikno yang telah divonis 2,5 tahun penjara.

Sutikno terbukti menyuap Bupati Cirebon periode 2014 -2019 Sunjaya Purwadisastra untuk memudahkan izin pembangunan kawasan industri PT Kings Property Indonesia.

"Pada hari yang sama dilakukan eksekusi putusan Pengadilan Tipikor pada PN Bandung Nomor : 20/Pid.Sus-TPK/2021/PN. BDG tanggal 25 Mei 2021 dengan cara memasukkan terpidana Sutikno ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 2,5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Ali Fikri.

Sutikno juga diwajibkan membayar denda sejumlah Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. (Penulis : Irfan Kamil)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Jebloskan Wali Kota Nonaktif Tasikmalaya ke Lapas Sukamiskin"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved