Breaking News:

Khawatir Banjir Susulan, Rohana dan Cucu Memilih Bertahan di Tempat Pengungsian Dayeuhkolot

Di tempat pengungsian Baleendah dan Dayeuhkolot tadi siang, terlihat beberapa anak sedang bermain dan terdapat orang tua yang tampak mengawasi mereka

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Suasana di Selter Pengungsian Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (4/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pengungsi korban banjir Dayeuhkolot dan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (4/11/2021)  masih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir banjir kembali menerjang.

Di tempat pengungsian Baleendah dan Dayeuhkolot tadi siang, terlihat beberapa anak sedang bermain dan terdapat orang tua yang terlihat mengawasi mereka.

Meski jumlah pengungsi di Dayeuhkolot ada 44 jiwa, lokasi pengungsian terlihat lebih sepi. Hanya beberapa orang yang ada di pengungsian.

Begitu juga dengan di tempat pengusian Baleendah yang terdapat 14 pengungsi, tapi hanya beberapa orang dewasa yang ada beserta anak mereka yang ada di sana.

Sebagian pengungsi ada yang berangkat bekerja dan ada yang ke rumah mereka untuk bersih-bersih.

Baca juga: Pengungsi yang Positif Terpapar Covid-19 di Cianjur Terus Bertambah, Hari Ini Total Sudah 76 Orang

Seorang pengungsi di Dayeuhkolot,  Rohana (70), mengaku masih bertahan di pengungsian karena takut banjir kembali datang sehingga harus bolak-balik ke pengungsian.

"Ya, mending di sini aja dulu, takut bajir lagi, capek bolak-balik nanti," ujar Rohana yang mengungsi bersama anak dan cucunya.

Ia akan kembali ke rumahnya kalau kondisi sudah memungkinkan. "Kalau kembali ke rumah, rumah juga pasti masih basah, mending diam aja di sini," katanya.

Rohana mengatakan, pengungsi lain ada yang berangkat kerja, tapi kebanyakan pergi ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih. Nantinya, mereka kembali ke pengungsian.

"Anak saya juga pergi ke rumah, bersih-bersih. Saya mah di sini aja, capek udah tua," kata Rohana sambil memperhatikan anak-anak bermain.

Rohana berharap, banjir bisa berlalu sehingga ia tak harus mengungsi.

"Mungkin yang lain bisa bertahan karena punya lantai dua, saya mah ngungsi da, gak punya (rumah lantai dua)," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved