Breaking News:

Longsor di Ciamis

Kobong Pesantren Sabilunnajat Ciamis Diterjang Longsor, Tiga Santri Luka-luka

Tadi malam kobong Pondok Pesantren Sabilunnajat Ciamis diterjang longsor. Tiga santri luka-luka.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Dok Relawan Tagana Rancah/Dudung Hidayat/warga
Kobong santri putra Pondok Pesantren Sabilunnajat di Dusun Sukamaju, RT 09 RW 24, Desa Cileungsir, Rancah, Ciamis ambruk diterjang longsor tebing saat hujan lebat mengguyur Selasa (2/11/2021) pukul 23.30 tengah malam. Tiga santri sempat mengalami luka ringan (memar). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Asrama (kobong) D di Pondok Pesantren Sabilunnajat di Dusun Sukamaju, RT 09 RW 24, Desa Cileungsir, Rancah, Ciamis diterjang longsor tebing saat hujan lebat masih mengguyur Selasa (2/11/2021) pukul 23.30 tengah malam.

Tiga orang santri yang sedang berada di kobong putra tersebut mengalami luka ringan (memar) dan sempat dibawah ke Puskesmas Rancah.

“Ada tiga santri pria yang sedang berada di kobong mengalami luka ringan. Sempat dibawa ke puskesmas, tapi tadi malam juga sudah pulang lagi,” ujar Solihin, Kepala Dusun Sukamaju Desa Cileungsir Ciamis kepada Tribun Rabu (3/11/2021).

Bangunan kobong berlantai dua di Komplek Pesantren Sabilunnajat tersebut menurut Solihin ambruk terdorong longsoran tebing di belakang kobong.

“Tebing di belakang kobong setinggi 15 meter longsor tak kuat menahan air hujan. Longsoran tebing tersebut mendorong dinding kobong sehingga ambruk. Di belakang kobong itu, kan, gawir (tebing),” katanya.

Kobong atau asrama yang kena hantam longsor tersebut adalah kobong putra.

“Waktu kejadian tadi malam sebagian besar santri masih berada di masjid untuk pengajian. Hanya beberapa orang yang sedang berada di kobong,” ujar Solihin.

Menurut Solihin kejadian tersebut dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur Ciamis sejak sore sampai malam.

“Hujannya awet, sejak sampai malam enggak berhenti-berhenti,” katanya.

Menyusul kejadian tersebut, sejak Rabu pagi, warga, santri, petugas termasuk relawan dari berbagai pihak seperti BPBD dan Tagana menurut Solihin melakukan evakuasi puing-puing longsor dan puing bangunan kobong yang ambruk.

“Sampai siang ini masih dilakukan evakuasi puing longsor dan pendataan,” ujar Dudun Hidayat, relawan Tagana Rancah kepada Tribun.

Baca juga: Rumah Warga di Sukabumi Terancam Longsor, 10 Ekor Kambing Sudah Diungsikan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved