Elis Kuraesih Hanya Bisa Memeluk Anaknya saat Material Longsor Menjebol Dinding Rumahnya di Dago
Salah seorang korban yang mengalami dampak longsoran paling parah, Elis Kuraesih (33), mengatakan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua rumah rusak berat dan ringan, serta tiga rumah berstatus rawan, akibat longsor yang terjadi di RT 03 RW 01 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (2/11/2021) dini hari.
Kerusakan bangunan diperparah oleh pohon bambu setinggi 2,5 meter yang tumbang karena tergerus longsoran tanah serta menimpa atap dan dinding dari salah satu rumah milik warga.
Salah seorang korban yang mengalami dampak longsoran paling parah, Elis Kuraesih (33), mengatakan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu ia bersama suami dan dua anaknya tengah tertidur di kamar yang terpisah.
"Saat itu memang sedang hujan, tapi mulai kecil, karena sebelumnya pas sore memang cukup deras."
"Sekitar jam 02.00 WIB saat sedang tidur, tiba-tiba ada suara gemuruh sama ada getaran seperti bangunan mau runtuh."
"Saat itu saya berpikir rumah mau runtuh karena atap juga udah kayak ditimpa benda keras gitu," ujarnya saat ditemui di lokasi longsor, Selasa (2/11/2021).
Menurut Elis, dampak longsoran membuat dinding bagian dapur dan kamar mandi jebol dan genting pun berjatuhan di dua ruangan tersebut.
Akibatnya, sejumlah perabotan di dalamnya rusak berat.
Elis mengaku, begitu mengetahui terjadi musibah tersebut, ia hanya berpikir bagaimana agar anaknya selamat dari potensi reruntuhan bangunan yang lebih parah.
Karena itu, dalam situasi tersebut, sambil merasakan syok yang membuat tubuhnya bergetar, ia memeluk erat anaknya dan siap mengorbankan tubuhnya bila tiba-tiba atap kamar rumahnya ambruk menimpa keduanya.
"Karena di kamar itu hanya ada saya dan anak yang paling kecil, sedangkan suami juga anak yang paling besar ada di kamar yang berbeda, saat dengar ada gemuruh saya langsung bangun dan memeluk anak saya yang ada di samping saya, kirain bakal ambruk gitu rumahnya."
"Saat ada yang teriak keluar, keluar, saya baru sadar, langsung gendong anak saya ke luar rumah," ucapnya.
Ia pun bersyukur, kerusakan bangunan rumahnya tidak menyebabkan adanya korban luka dari keluarga kecilnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/longsor-di-dago-2112021.jpg)