Breaking News:

Minyak Goreng Curah di Kabupaten Purwakarta Merangkak Naik, Omset Pedagang Turun 20 Persen

Di Pasar Rebo Kabupaten Purwakarta, harga minyak goreng curah naik yang sebelumnya Rp 14 ribu menjadi Rp 19 ribu perkilogram.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Minyak goreng curah di toko sembako Teti Nurhayati Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (30/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Harga minyak goreng curah di Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.

Salah satunya di Pasar Rebo Kabupaten Purwakarta, harga minyak goreng curah naik yang sebelumnya Rp 14 ribu menjadi Rp 19 ribu perkilogram.

Pedagang sembako di Pasar Rebo, Teti Nuhayati mengungkap, selain naik juga ada keterlambatan pengiriman stok minyak goreng.

Baca juga: Disperindag Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Saat Ramadan Beberapa Hari ke Depan

"Kenaikan minyak curah bertahap itu mulai bulan terakhir, dulu Rp 14 ribu, naik lagi jadi 15 ribu, dan sampai sekarang sudah Rp 19 ribu per kilogram," ujar Teti ketika diwawancara Tribun, Sabtu (30/10/2021).

Teti mengaku tak mengetahui pasti penyebab kenaikan minyak curah tersebut, namun berdasarkan informasi yang diperoleh karena bahan baku mulai terbatas.

"Kata orang yang biasa ngirim ke sini bilangnya bahan baku minyak sudah terbatas, ngirim juga sering lambat sekarang mah," kata dia.

Meski mengalami kenaikan harga, diungkap Teti, permintaan konsumen tetap sama, hanya mengalami penurunan jumlah pembelian.

"Pembeli masih sama, hanya mereka biasanya beli 10 kilogram, sekarang dikurangi jadi 8 kilogram, mungkin karena minyak ini kebutuhan pokok sehari-hari," imbuhnya.

Diketahui, selain minyak curah, harga minyak kemasan juga mengalami kenaikan, dari harga Rp 13 ribu kini menjadi Rp 18 perkilogram.

Dampak dari naik ya harga minyak ini juga mempengaruhi pendapatan para pedagang sembako yang menjual minyak curah atau minya kemasan.

Baca juga: Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung, Mendag: Kenaikan Harga Minyak Goreng Paling Tinggi

"Biasanya bisa jual sampai 70 kilogram perhari , sekarang paling 50 kilogram, jadi omset turun sekitar 20 persen," ujarnya.

Terpisah, Yeti (40) seorang pembeli di Pasar Rebo juga mengeluhkan kenaika harga minyak goreng tersebut, "Jadi ngurangin jatah belanja, resiko dapur kan jadi naik," ujar Yeti.

Yeti dan para pedagang di Pasar Rebo berharap agar pemerintah dapat menstabilkan kembali harga kebutuhkan pokok termasuk harga minyak goreng ini.

"Inginnya ke harga semula, soalnya kita juga butuh bahan pokok untuk makan sehari-hari," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved