Breaking News:

PLTS Atap

Menakar Potensi PLTS Atap Kawasan Industri di Jawa Barat : Panen Energi Surya di Atap Industri

Dengan memanfaatkan atap bangunan industrinya, industri di Jawa Barat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Istimewa/ (Foto Coca-Cola Europacific Partners Indonesia)
Peresmian Atap Panel Surya yang dilakukan oleh (dari kiri) President Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia Kadir Gunduz, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI Abdul Rochim, di Pabrik Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, 30 September 2020. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jawa Barat telah menjadi provinsi dengan jumlah kawasan industri terbanyak dan lahan industri terluas di Indonesia.

Kementerian Perindustrian RI mencatat, terdapat 42 kawasan industri di Jawa Barat yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri dan menempati lahan seluas 19.602 hektare.

Jawa Barat pun menjadi provinsi yang memberikan kontribusi signifikan pada PDB nasional. Tercatat pada tahun 2020, provinsi penyangga Ibukota ini memberikan kontribusi sebesar Rp 626 triliun atau 14,05 persen bagi PDB nasional. Sektor industri pengolahan di Jawa Barat juga menjadi kontributor terbesar bagi struktur PDRB Provinsi Jawa Barat, yaitu hingga 41,81 persen.

Tidak sebatas manfaatnya bagi perekonomian, dari sisi bidang energi, industri di Jawa Barat menjadi pengguna energi yang besar. Namun ternyata tidak sekedar menjadi konsumen, kini di tengah gaung energi baru terbarukan, industri-industri senior pun mulai menjadi produsen energi terbarukan.

Baca juga: Ikut dalam Dubai Expo 2021, Jabar Targetkan Perluasan Pasar Ekspor dan Industri Halal

Dengan memanfaatkan atap bangunan industrinya, mereka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Energi listrik yang dihasilkan dari panel-panel surya ini kemudian digunakan untuk operasional industri masing-masing.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, Bambang Rianto, mengatakan memang industri-industri di Jawa Barat mulai melirik penggunaan energi baru terbarukan dari PLTS Atap, bahkan sudah ada yang mengoperasikannya.

Upaya industri dalam menggunakan energi baru terbarukan ini, katanya, juga mengubah drastis citra industri sehingga menjadi lebih ramah lingkungan. Hal ini juga searah dengan upaya pemerintah dalam menghadirkan bauran energi baru terbarukan, yang targetnya pada 2025 mencapai 23 persen.

Bambang mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2050.

Dalam Perda tersebut, Pemprov Jabar berupaya menerapkan peningkatan pemanfaatan sumber energi sinar matahari melalui penggunaan sel surya dengan mewajibkan pemanfaatan sel surya pada gedung pemerintahan, transportasi, industri, gedung komersial, dan rumah tangga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved