Kamis, 16 April 2026

Disparbud KBB Dorong Polisi dan Inspektorat Segera Ungkap Kasus Pungli Vaksinasi di Dusun Bambu

Kepala Disparbud KBB menyerahkan penyelidikan kepada pihak terkait karena kemungkinan pasti ada ASN yang terlibat

Tribun Jabar / Hilman Kamaludin
Vaksinasi Covid-19 di Dusun Bambu belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong Inspektorat dan aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan gebyar vaksinasi di objek wisata Dusun Bambu.

Kepala Disparbud KBB, Heri Partomo mengatakan, terkait kasus ini, pihaknya menyerahkan penyelidikan kepada pihak terkait karena kemungkinan pasti ada ASN yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Terkait insiden ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Inspektorat. Kalau sudah melibatkan Inspektorat, tentu ada keterlibatan kemungkinan dari ASN, siapa-siapanya tunggu saja hasil penyelidikan inspektorat," ujarnya saat ditemui di Cisarua, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Pegawai Dinkes KBB Terancam Dapat Sanksi Berat, Jika Terbukti Terlibat Dalam Pungli Vaksinasi

Untuk mencari kebenaran kasus ini, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, dan memang betul ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan membantu warga yang akan melakukan vaksinasi agar tidak antri.

"Tetapi dengan memberikan sejumlah uang. Hanya saja saya juga enggak tahu kepada siapa warga tersebut memberikan uang, apakah petugas yang sedang melaksanakan vaksin, atau kepada siapa, kita juga belum ada informasi itu," kata Heri.

Jika sudah ada titik terang, dia mengatakan, pihak dari Dinas Kesehatan akan langsung memberikan keterangannya.

"Kalau sudah kepastian siapanya, Dinkes sendiri yang akan memberikan rilis langsung bahwa ternyata ada oknum yang bisa saja mungkin, apakah petugas Dinkes, apakah itu petugas yang kebetulan saat itu ditugaskan meskipun itu bukan dari kepanitiaan. Bisa saja saat itu dimintakan tolong menertibkan," ucapnya.

Namun terkait hal ini, pihaknya memastikan tidak ada keterlibatan pihak panitia dari Dusun Bambu atas insiden itu. Vaksinasi yang sudah digelar pada 30 September lalu itu sudah dilaksanakan sesuai prosedur yang benar.

"Pastinya vaksinasi sesuai prosedur dan dinyatakan Dusun Bambu tidak ada keterlibatan sama sekali. Dan informasi yang saya dapat, saat ini sedang dilakukan penyelidikan, siapa-siapa yang terlibat, mudah mudahan semakin clear," kata Heri.

Baca juga: Ada Pungli Saat Vaksinasi di Objek Wisata di Bandung Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan

Menurut dia, kejadian tercela seperti pungli sebetulnya bisa dihindari asalkan peserta mengikuti prosedur yang benar, apalagi antrean vaksinasi juga tidak terlalu lama.

"Ikuti prosedur dengan baik, benar, jangan mau buru-buru. Kalau memang datang terlambat, ya sewajarnya ikut antri, jangan pingin duluan," ujarnya.

Manager Marketing Communications Dusun Bambu, Ervina Mironari menegaskan, pihaknya sama sekali tidak terlibat dengan kejadian tersebut dan sama sekali tidak mengetahui dugaan pungli yang terjadi di lokasi vaksinasi ini.

"Pihak Dusun Bambu sebenarnya sangat kecewa sekali dengan keadaan sekarang, dan kasus yang saat ini diselidiki. Nah, kami dari pihak penyelenggara sebagai venue menyatakan sama sekali tidak terlibat dengan kasus yang didugakan," kata Ervina.

Menurutnya, semua panitia dibantu oleh event organizer (EO) serta beberapa pihak dan semua panitia yang bertugas menyelenggarakan vaksinasi sama sekali tidak ada yang terlibat.

"Justru ini salah satu bentuk CSR kita untuk bantu program pemerintah percepatan vaksin yang malah dikotori keadaan seperti ini. Kita mendukung langkah yang diambil Inspektorat maupun pihak berwenang," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved