Breaking News:

Ridwan Kamil Minta Tarif PCR Rp 300 Ribu Tetap Menjjaga Kualitasnya, Kalau Bisa Lebih Murah Lagi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik instruksi Presiden Joko Widodo untuk menurunkan standar tarif tes Covid-19 jenis PCR jadi Rp 300 ribu

TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
ILUSTRASI penyesuaian batas tarif tes Antigen dan PCR sesuai arahan pemerintah, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menurunkan standar tarif tes Covid-19 jenis PCR menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam. Ia pun meminta agar kualitas dan pelayanan PCR pun tetap terjaga.

"Intinya harga harus semurah-murahnya, tapi pengamanan harus seaman-amannya," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Selasa (26/10).

Ia mengatakan pengetatan protokol kesehatan pun masih harus dilakukan berbarengan dengan pengetesan, termasuk PCR. Terutama, pada sektor transportasi.

"Kalau tanpa testing, baik antigen atau PCR, kita ibaratnya terlalu gegabah karena kita belum usai, baru surut Covid-19-nya," ujar Kang Emil.

Ia mengatakan, mendukung harga tes Covid-19 semurah-murahnya supaya kian terjangkau masyarakat.

"Kalau Pak Jokowi mengarahkan di bawah Rp 300 ribu itu akan lebih meringankan, kalau bisa lebih murah lagi," katanya.

Ia pun meminta hasil testing PCR jangan sampai terlalu lama karena kebutuhan masyarakat atas PCR tidak melulu saat mereka akan berwisata.

"Jangan terlalu lama-lama, kasihan. Kan tidak semua orang bepergian itu untuk wisata, ada urgensi keluarga dan lain-lain. Mudah-mudah secepatnya ada ukuran baru pengetesan lebih murah. Tapi kewaspadaan tidak bisa ditawar-tawar," ucap Kang Emil.

Di sisi lain, daerah yang masuk PPKM level 1 di Jabar baru dua daerah, yakni Banjar dan Pangandaran, karena daerah lainnya terkendala vaksinasi walaupun angka Covid-19-nya jauh membaik.

"Sebenarnya PPKM level 1 itu banyak tapi karena ada indeks vaksin, mengakibatkan banyak di PPKM level 2. Tapi dari epidemiologi, sebenarnya level 1 sudah memungkinkan. Makanya kita dorong vaksin 400 ribu sehari, Bogor juga yang besar sudah mendekati 50 persen, itu artinya kuncinya divaksin mudah-mudahan banyak daerah PPKM level 1," kata Gubernur.

Ketua Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Perilaku, dan Penegakan Aturan pada Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Ade Afriandi, mengatakan pihaknya terus memantau laboratorium-laboratorium pengetesan sistem PCR di Jawa Barat.

Ia meminta masyarakat memastikan lokasi tempat pengetesan PCR yang ditujunya adalah laboratorium resmi. Daftar laboratorium yang menawarkan tes PCR ini bisa dilihat di aplikasi Peduli Lindungi.

"Labkes yang laksanakan tes PCR resmi sudah terdaftar di aplikasi Peduli Lindungi. Pengawasannya kita koordinasikan dengan Dinkes Provinsi Jabar dan Dinkes Kabupaten Kota," katanya.

Ia mengatakan pengawasan laboratorium ini pun sebelumnya sudah dibahas bersama dinas dan laboratorium di daerah. Jangan sampai, katanya, kewajiban PCR untuk sejumlah moda transportasi ini dimanfaatkan untuk niat buruk. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved