Seniman Akhirnya Dapat Panggung Pentas, Oded Ingin Jadi Tuntunan, Ajak Warga Putus Penularan Covid
Setelah lama vakum karena pandemi Covid-19, seniman di Kota Bandung akhirnya mendapat ruang pentas. Oded ingin pentas edukasi protokol kesehatan.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah lama vakum karena pandemi Covid-19, seniman di Kota Bandung akhirnya mendapat ruang pentas.
Mereka tampil di acara 'Bandung Harmoni, Tuntaskan Pandemi' yang digelar secara virtual, sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-211 Kota Bandung (HJKB).
Kegiatan tersebut juga berlangsung offline secara terbatas di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu, 23 Oktober 2021.
Acara tersebut dimeriahkan penampilan akustik, seni tari anak-anak disabilitas binaan RBM, Paduan Suara Mahasiswa UPI, Mario Kahitna, dan ditutup wayang golek.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, pentas seni virtual bukan hanya rangkaian HJKB saja, tetapi juga memberi ruang bagi seniman dalam mengembangkan kreativitas berkesenian, sekaligus memperkokoh jati diri warga Kota Bandung.
"Saya merasa bangga, warga Kota Bandung hampir tidak pernah kehilangan gagasan dalam mengembangkan seni budaya, yang sebagian di antaranya berkembang menjadi industri kreatif," kata Oded dikutip dari laman resmi Pemkot Bandung.
Baca juga: Bandung PPKM Level 2, RS Tetap Antisipasi Jika Ada Lonjakan Covid-19, Warga Jangan Lengah Prokes!
Oded menilai, pentas seni virtual bisa menjadi tontonan dan juga tuntutan. Tontonan karena sifatnya yang menghibur, sedangkan tuntutan karena sarat dengan ajakan yang bersifat mendidik, informatif, serta memberikan pilihan kehidupan.
"Tidaklah berlebihan jika pentas seni virtual bisa disebut sebagai media komunikasi, terutama untuk menyampaikan pesan-pesan yang perlu diketahui, dipahami, dan dilaksanakan masyarakat luas," kata dia.
Melalui pentas seni virtual, terang Oded, para pengisi panggung bisa mengajak penonton atau audiens untuk berpartisipasi dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19, menyukseskan program vaksinasi, dan membantu memulihkan ekonomi.
Untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19, cara yang paling efektif adalah disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, manjaga jarak, dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun setelah berkativitas.
"Begitu pula para penonton terhibur serta dapat memetik dan menerapkan nilai-nilai kehidupan yang disampaikan pengisi panggung di sela-sela acaranya," ujarnya.
Oded berharap pentas seni virtual dapat memberikan nilai tambah peringatan HJKB dengan mengajak masyarakat terus membantu komponen pemerintahan mengatasi permasalahan-permasalahan aktual, khususnya terkait pandemi Covid-19.
"Pentas seni virtual malam ini menguatkan peran seniman dalam mengembangkan kreativitas berkesenian serta menjadi momentum penguatan peran serta masyarakat mewujudkan Kota Bandung Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis," harapnya.
Pada kegiatan tersebut hadir pula Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, Ketua RBM Kota Bandung, Siti Muntamah dan Wakil Ketua RBM Kota Bandung, Yunimar Mulyana.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari menjelaskan, hadirnya pentas seni virtual sebagai upaya Pemkot dalam memelihara seni budaya tradisional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/oded-m-danial-wali-kota-bandung.jpg)