Breaking News:

Peneliti Membedah Sampel Ikan dari Ratusan Ton yang Mati, Cek Kadar Suhu dan Sampel Air Cirata

Tim peneliti dari Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan Banten terjun ke Jangari, Cianjur membedah sampel ikan dan membawa sampel air setelah

Dok. UPTD Perikanan Cianjur
Tim peneliti dari Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan Banten membedah sampel ikan dan membawa sampel air setelah mengukur suhu di Jangari, Cirata, Kecamatan Mande, Cianjur, Jabar, Minggu (24/10/2021). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Tim peneliti dari Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan Banten terjun ke Jangari, Cianjur membedah sampel ikan dan membawa sampel air setelah mengukur suhunya.

Tim peneliti turun setelah menerima laporan ratusan ton ikan di genangan Cirata, Blok Jatinengang, Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur mengalami kematian massal.

Staf UPTD Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Dadan, mengatakan, terjadinya fenomena ratusan ton ikan mati di keramba jaring apung Jangari di blok Jatinenggang, Kecamatan Mande, berawal dari hantaman badai. Yakni hujan disertai angin kencang dari arah selatan.

"Para pembudidaya ikan keramba jaring apung tersebut mengalami kerugian besar dampak dari cuaca buruk pada beberapa hari kebelakang," kata Dadan, melalui sambungan telepon, Minggu (24/10/2021).

Ia mengatakan, dengan adanya fenomena tersebut tim peneliti kesehatan ikan dari Banten langsung turun tangan untuk mengecek kondisi air sekaligus mengambil sampel ikan yang mati untuk dilakukan pengecekan di laboratorium.

"Sejak Jumat (22/10/2021) kemarin, tim dari peneliti kesehatan ikan langsung turun melakukan kontroling. Selain itu saya melihat tim juga mengambil sampel ikan yang mati sekaligus kadar air di Jangari akan dilakukan cek di laboratorium," katanya.

Dadan mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima dari tim peneliti. Kurang lebih dua minggu ke depan akan  ada hasil dari laboratorium.

"Hasilnya nanti dua minggu ke depan. Tapi mudah-mudahan bisa secepatnya diketahui selain karena faktor cuaca apa betul kadar air di Jangari ini mengakibatkan terjadinya kematian pada ikan," ujarnya.

Dadan mengatakan, jika dilihat dari histori terjadinya ikan mati mendadak rutin terjadi dalam setiap tahunnya disaat cuaca buruk melanda. (*)

Baca juga: Terparah Tahun Ini Bangkai Ratusan Ton Ikan di Jangari Cianjur, Bau Amis pun Menyengat Petani Merugi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved