Breaking News:

Pinjol Ilegal Kembali Bikin Ulah, Peminjam Diteror sampai Disebut Jual Narkoba

Datanya disebar ke seluruh nomor kontak di hapenya, disebut seorang pelacur sampai penjual narkoba.

Editor: Ravianto
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pinjaman online. Seorang perempuan di Pasuruan mengalami hal tak mengenakkan, diteror oleh perusahaan pinjol online. 

Reporter: Luhur Pambudi

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Banyak cara dilakukan perusahaan pinjaman online atau pinjol ilegal dalam menagih utang para pelanggannya.

Seorang perempuan di Pasuruan mengalami hal tak mengenakkan, diteror oleh perusahaan pinjol online.

Datanya disebar ke seluruh nomor kontak di hapenya, disebut seorang pelacur sampai penjual narkoba.

Pengalaman pahit ini diungkapkan ZO.

Memasang aplikasi pinjaman online (Pinjol) ilegal hingga 10 aplikasi, membuat wanita berinisial ZO (26) asal Pasuruan ini terjerat intimidasi debt collector (DC) tatkala ditagih pelunasan pinjaman.

Wanita yang hobi memasak itu, ingat betul pengalaman menjadi target intimidasi DC aplikator pinjol kurun waktu empat bulan lamanya, sejak Desember 2019 hingga Maret tahun 2020.

Selama itu, ia mengaku telah menggunakan sekitar 10 aplikasi pinjol dan belakangan ia mengetahui semua aplikasi yang diunduh lalu diinstal dalam ponselnya adalah ilegal.

Semua aplikator yang ZO manfaatkan jasa peminjaman uangnya secara online itu, melakukan intimidasi dalam proses penagihannya

‘Gali lubang tutup lubang’, sepertinya pameo itu sangat mewakili pengalamannya dalam menjajal layanan pinjaman uang online berbasis aplikasi tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved