Breaking News:

Terjebak Eceng Gondok Berjam-jam di Waduk Jatiluhur, 1 Ton Ikan Mati, Pengusaha Rugi Puluhan Juta

Pengusaha ikan rugi puluhan juta karena terjebak eceng gondok saat pengiriman ikan.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Puluhan perahu terjebak di Dermaga Serpis Waduk Jatiluhur karena terhalang eceng gondok. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Rugi puluhan juta rupiah akibat terjebak eceng gondok pernah dirasakan oleh para pengusaha ikan kolam jaring apung di Waduk Jatiluhur.

Kejadian terakhir kerugian akibat terhambat eceng gondok tersebut terjadi pada Selasa (19/10/2021).

Koordinator Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Jatiluhur Atim Prihantono mengatakan, hal tersebut menimpa pengusaha ikan kolam jaring apung blok DL II Waduk Jatiluhur.

"Kejadian kemarin itu berdasarkan laporan yang diterima kami, ada 5 kapal terhambat berikut 15 orang termasuk nakhoda terjebak di blok DL II. Alhamdulillah semua selamat hanya ikan saja yang 1,3 ton itu," ujar Atim ketika ditemui Tribun di Kantor ASDP Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Rabu (20/10/2021).

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/10/2021). Berdasarkan laporan ke lima kapal tersebut yang bermuatan 1,3 ton ikan terjebak dari Selasa dini hari hingga Selasa siang.

"Kami dapat laporan itu baru pukul 08.00 WIB, katanya mereka terhambat eceng sejak dini hari, kami bersama Polairud mulai proses evakuasi pukul 09.00 WIB dan baru selesai evakuasi pukul 13.00 WIB," kata dia.

Tak disangka 1,3 ton ikan yang diangkut para kapal yang terjebak eceng itu mati akibat dimakan waktu, Atim mengatakan total kerugian yang dialami akibat matinya ikan tersebut diperkirakan mencapai Rp 40 juta.

"Kata bos ikannya kerugian itu lebih Rp 40 juta, kami hanya dapat laporan saja, memang ikan itu kan dibawa pake fiber khusus dengan pendingin dan itu diatur suhunya dengan waktu yang terbatas, jika biasanya 1 jam, akibat mereka terjebak dari dini hari sampai siang, ikan muatannya itu membusuk," ujarnya.

Harga ikan emas dari pengusaha kolam ikan jaring apung sebesar Rp 23 ribu per kilogram.

Namun ikan mati hanya akan dihargai sebesar Rp 8 ribu per kilogramnya.

Ikan mati dalam perjalanan ke dermaga disebabkan oleh perjalanan kapal yang terhambat, salah satunya terhambat hamparan eceng gondok.

Selain masalah tersebut, hamparan eceng gondok juga menimbulkan faktor kerugian lain, seperti halnya menghambat aktivitas ekonomi para nakhoda yang harus berhenti berlayar sementara waktu.

Atim mengungkap, ia tak bisa melarang para nakhoda yang hendak mencari nafkah di Waduk Jatiluhur, kendati demikian ia tetap berusaha meminimalisasi terjadinya kapal terjebak eceng gondok.

"Kami coba pasang penanda arah angin, supaya para nakhoda juga mempertimbangkan, ke mana arah mata angin agar disesuaikan dengan rute perjalanan mereka supaya tak terjebak hamparan eceng gondok, selain itu kita sediakan pelampung untuk nakhoda maupun penumpang kapal untuk mengantisipasi hal buruk terjadi, mereka juga diperkenankan membawa bekal tambahan makanan dan air mineral dari sini," ucapnya.

Baca juga: Cerita Samad di Purwakarta Semalaman Terjebak di Tengah Eceng Gondok di Bendungan Jatiluhur

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved