Sosok Aipda Ambarita, Pernah Kerja di Perusahaan Cat, Gagal Tes Akabri, Terkenal di Raimas Backbone
Nama Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Monang Parlindungan Ambarita atau Aipda Ambarita tengah jadi perbincangan saat ini.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
TRIBUNJABAR.ID - Nama Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Monang Parlindungan Ambarita atau Aipda Ambarita tengah jadi perbincangan saat ini.
Beredar video yang memperlihatkan Ambarita memeriksa ponsel milik warga.
Setelah viralnya video tersebut, kini Ambarita dimutasi.
Ia mendapatkan tugas baru di Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya.
Baca juga: Aipda MP Ambarita dan Aiptu Jacklyn Choppers Dimutasi, Tak Lagi di Jatanras, Ada Apa?
Sebelumnya, Ambarita bertugas sebagai Raimas Backbone, tim pengurai massa Polres Metro Jakarta Timur.
Selama ini, Ambarita populer berkat sebuah program televisi swasta yang memperlihatkan aksi kepolisian saat bertugas di lapangan.
Beberapa waktu lalu, cuplikan video program tersebut viral.
Dalam video itu, terlihat Ambarita mencubit bibir seorang pemuda menggunakan tangannya.
Kisah hidup Ambarita menarik untuk disimak.
Jauh sebelum menjadi polisi, ia sempat ikut Akabri. Namun, di tes terakhir ia gagal.
"(Akhirnya) sempat ditawari ke Bintara Kostrad. Tapi, saat itu saya bilang, 'Enggak usah lah, tahun depan saja'," ujarnya kepada Kompas.com pada Senin 16 Oktober 2020.
Selanjutnya, pada 1996 Ambarita sempat mendaftar jadi Bintara Polisi.
Sayangnya, ketika tes kesehatan ia dinyatakan kelebihan berat badan.
Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta.
Di sana, ia bertemu dengan teman kakak perempuannya.
Ambarita ditawari bekerja di perusahaan cat.
"Saya kerja di perusahaan cat di Ancol, Jakarta Utara, ditempatkan di laboratorium. Tugasnya membuat sampel warna," katanya.
Pada 1997 krisis moneter terjadi. Ambarita menjadi salah satu pegawai yang terkena imbasnya, ia dipecat.
"Setelah itu, nganggur lagi," ujarnya.
Saat menganggur tersebut, Ambarita masih berkeinginan untuk menjadi polisi.
Ketika bermain di Blok M, ia sempat melihat tulisan di banner mengenai penerimaan siswa dikmaba PK Polri Tahun 1998-1999.
"Dari situ saya mencoba lagi. Saya persiapkan lagi secara jasmani dan rohani. Sempat berpikir gimana kalau kecewa lagi? Nothing to lose," ujarnya.
Akhirnya, di percobaan kedua tersebut ia lulus di setiap tahapan tes.
Ia dipanggil ke Polda Metro Jaya dan dinyatakan lulus.
Ambarita kemudian ditugaskan ke Mojokerto, Jawa Timur.
"Setelah beberapa bulan menjalani pendidikan, akhirnya saya resmi jadi polisi," ujarnya.
Setelah Dwifungsi ABRI dihapus, ia lalu pindah tugas ke Jakarta sampai sekarang.
Tercatat, Ambarita pernah bekerja di Reserse Polda Metro Jaya hingga di Divisi Sabhara Polres Jakarta Timur.
Singkat cerita, ia menjadi pemimpin Raimas Backbone pada 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/aipda-mp-ambarita.jpg)