Puluhan Ton Ikan di Waduk Saguling Mati Mendadak Akibat Cuaca Ekstrem Mengapung di Perairan
Dalam kurun dua hari terakhir, puluhan ton ikan di perairan waduk Saguling dan Cirata, Kabupaten Bandung Barat mendadak mati akibat cuaca ekstrem
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNAJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dalam kurun dua hari terakhir, puluhan ton ikan di perairan waduk Saguling dan Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak mati akibat cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan intensitas tinggi dan minimnya sinar matahari.
Pemilik Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Saguling, Asep Elep, mengatakan matinya ikan tersebut akibat cuaca dingin dan naiknya air bawah yang bercampur dengan endapan pakan ke permukaan.
"Sehingga membuat ikan yang dibudidayakan di KJA mati akibat kehabisan udara segar. Untuk di tiga blok KJA di sini saja sekitar 8-10 ton yang mati, kalau dengan blok lain bisa puluhan ton," ujarnya saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).
Puluhan ton ikan mati itu, kata dia, terjadi di Blok Ugrem, Blok Tangan-tangan, dan Blok Balong, yang terdapat di sekitar 10 RW dan dua desa, yakni Desa Bongas dan Desa Batulayang.
"Kebanyakan ikan yang mati adalah ikan mas dan nila, baik yang sudah siap panen ataupun benih yang baru seminggu datang," kata Asep.
Menurutnya, kejadian matinya ikan secara mendadak ini selalu rutin terjadi ketika kondisi cuaca sedang ekstrem.
Namun, untuk peternak yang sudah paham biasanya melakukan antisipasi sejak dini.
"Makanya kematian ikan tidak total, paling dalam satu petak KJA yang mati sekitar 30 hingga 50 persen karena sebagian pembudidaya ikan sudah melakukan antisipasi agar kematian ikan tidak terlau banyak, seperti mengurangi pakan dan tidak dulu menabur benih ikan baru," ucapnya.
Hanya saja dengan matinya ikan itu, banyak pembudidaya ikan yang menjual ikannya dengan harga dibawah standar.
Misalnya ikan yang baru mati dan masih segar karena dibekukan, dijual Rp 10 ribu per kilogram dari kondisi normal Rp 25 ribu per kilogram.
"Banyak juga oleh para tukang ojeg atau pekerja serabutan yang ditawar-tawarkan ke warga kampung sehingga jadi mata pencaharian dadakan bagi mereka. Lumayan masih ada yang beli meski dengan harga jauh di bawah pasaran, daripada dibuang sama sekali," kata Asep.
Pembudidaya KJA di Waduk Cirata Cipeundeuy, KBB, Sanin menambahkan, jika di perairan Cirata juga banyak ikan yang mati, tetapi untuk di wilayahnya tidak separah seperti di Cianjur yang kematian ikannya cukup banyak.
"Kalau di Cirata wilayah Cipeundeuy, KBB, tidak terlalu parah seperti di Cianjur yang matinya. Tapi kalau cuaca terus menerus hujan, khawatir juga ikan gak akan kuat, tapi kita antisipasi dari awal," ucap Sanin. (*)
Baca juga: Terparah Tahun Ini Bangkai Ratusan Ton Ikan di Jangari Cianjur, Bau Amis pun Menyengat Petani Merugi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ikan-di-saguling-mati-mendadak.jpg)