Breaking News:

Tragedi Sungai Cileueur Ciamis

Tragedi Susur Sungai: Siswa MTs Harapan Baru Ini Sempat Video Call dengan Ibunya, tapi Cuma Senyum

Chandra Ryzkie Hernawan (12) adalah salah seorang dari 11 siswa MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung Ciamis yang tewas tenggelam.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Dede Rohendi dan Nena Hunaina, orang tua Chandra Ryzkie Hernawan (12), santri MTs Harapan Baru korban tragedi susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur di Desa Utama Cijeungjing Ciamis, Jumat (15/10/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Chandra Ryzkie Hernawan (12) adalah salah seorang dari 11 siswa MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung Ciamis yang tewas tenggelam saat mengikuti kegiatan kepanduan susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur, Blok Dusun Wetan RT 01 RW 01, Desa Utama, Cijeungjing, Jumat (15/10/2021) sore.

Jasad bungsu dari dua bersaudara tersebut ditemukan sekitar pukul 19.00 Jumat (15/10/2021) malam oleh tim SAR dan penyelam alam warga setempat melakukan pencarian.

Jenazah Chandra, korban keempat yang ditemukan dari proses evakuasi Jumat (15/10/2021) malam tersebut, sempat disemayamkan di ruang instalasi pemulasaraan RSU Ciamis.

Baca juga: SOSOK Aditya Maulana, Siswa MTs Harapan Baru, Ingin Kamar Mandi Khusus 2 Pekan Sebelum Meninggal

Setelah dilakukan identifikasi oleh Polres Ciamis, jenazah Chandra dibawa pulang ke rumah duka di Jalan R Okas Bratakusumah, Lingkungan Karang RT 03 RW 30, Ciamis, sekitar pukul 21.00.

Jenazah Chandra merupakan jenazah pertama yang dibawa pulang ke rumah duka.

Setelah dipulasara, dimandikan, dikafani, dan disalatkan, jenazah siswa kelas VII MTs Harapan Baru tersebut dimakamkan di permakaman umum Karang, tak jauh dari RSUD Ciamis, sekitar pukul 23.30 Jumat (15/10) malam itu juga.

Diantar ratusan warga dan sanak saudara almarhum.

Sampai Sabtu (16/10/2021) siang para pelayat terus datang silih berganti, baik sanak saudara, warga, maupun rekan-rekan almarhum sesama tamatan SDN VII Ciamis.

Menurut penuturan ibu korban, Nena Hunaina, kepada Tribun Jabar di rumah duka, Sabtu (15/10/2021), lima hari sebelum kejadian, tepatnya Minggu (10/10/2021) sore, Chandra sempat melakukan video call.

“Tapi tidak ngomong apa-apa, cuma senyum-senyum. Padahal saya sudah bilang, ini Ibu, ini Ibu. Tapi Chandra cuma senyum saja. Setelah itu HP-nya dimatiin,” tutur Nena Hunaina.

Chandra, yang punya hobi sepak bola dan badminton, menurut Nena, masuk MTs Harapan Baru setelah tamat di SDN 7 Ciamis.

“Sekarang baru kelas I (kelas VII) semester satu. Mondok di pesantren,’” katanya.

Selama mondok di pesantren, menurut Nena, Chandra baru akan pulang setelah selesai satu semester.

Tapi kalau kangen biasanya video call.

Namun, takdir berkata lain, Chandra “pulang” lebih cepat, sebelum semester satu selesai. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved