Ineu Garut Korban Begal Padahal Bohong Sering Pingsan Saat Berada di Sel Tahanan

Kondisi Ineu Siti Nurjanag (31) perempuan Garut yang ngaku jadi korban begal padahal bohong masih tertekan secara psikologis.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
sidqi al ghifari/tribun jabar
Ineu Siti Nurjanah atau IS (31) perempuan yang mengaku korban begal Rp 1,3 miliar di Garut ditetapkan sebagai tersangka, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Kondisi Ineu Siti Nurjanag (31) perempuan Garut yang ngaku jadi korban begal padahal bohong masih tertekan secara psikologis.

Dia ngaku jadi korban begal padahal bohong supaya terhindar dari jerat rentenir. Pengakuannya pada polisi, dari pinjaman dia Rp 20 juta melonjak jadi Rp 20 miliar.

Saat ini, dia mendekam di Mapolsek Cilawu setelah ditetapkan sebagai tersangka memberi keterangan palsu.

Informasi dihimpun, Ineu seringkali pingsan saat berada di dalam tahanan.

Baca juga: Waspada Rentenir Berkedok Koperasi, Warga Bandung Banyak Gunakan Pinjaman Online, Bunga Hingga 30%

"Saya sekarang lelah, terus menerus diperiksa, intinya ini yang harus saya terima," ucap Ineu, di Mapolsek Cilawu, Sabtu (16/10/2021).

Ineu menerima segala akibat atas perbuatannya itu. Sebelumnya ia membuat laporan bohong bahwa dirinya jadi korban begal dengan ngaku kehilangan motor dan uang Rp.1,3 miliar.

"Yang jelas saya tidak akan memperpanjang apapun, saya menerima akibat apa yang telah saya perbuat," ujarnya.

Selama proses pemeriksaan, Ineu diketahui dititipkan di Polsek Cilawu. Saat ini ia masih diperiksa dengan bulak balik dari Polsek Cilawu ke Polres Garut. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat umum karena telah membuat cerita palsu yang kemudian viral.

Baca juga: Tragedi Susur Sungai di Ciamis, Ketua Kwarda Jabar Ajak Pengurus Pramuka Salat Gaib

Cerita palsu itu bermula saat Ineu mengaku jadi korban begal di Jalan Cisurupan-Cikajang Garut. Ia mengendarai motor seorang diri dan mengaku membawa uang miliaran rupiah lalu membuat cerita seolah ia merupakan korban begal.

Ceritanya itu ia buat karena dirinya terjerat hutang kepada seseorang dengan nilai yang fantastis yakni 25 miliar.

Seseorang itu disebut-sebut sebagai seorang rentenir.

"Saya minta maaf kepada masyarakat Garut dan semua yang mengetahui, saya minta maaf," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved