Breaking News:

Persib Bandung

Sambut Wacana Suporter Bisa Nonton di Stadion, Ketua Bomber Persib: Ini Angin Segar

Apalagi setiap pemain baru yang datang ke Persib selalu bilang kalau alasan mereka mau ke Persib adalah faktor dukungan bobotoh

Penulis: Cipta Permana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Dokumentasi Asep Abdul
Ketua Komunitas Bomber, Asep Abdul 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wacana kebijakan pemerintah yang mengizinkan kembali suporter sepak bola untuk bisa datang ke stadion ditanggapi positif oleh para suporter Persib Bandung.

Ketua Komunitas Bomber, Asep Abdul, mengatakan, meski baru sebatas rencana, hal tersebut menjadi angin segar bagi para suporter yang sudah sangat rindu untuk bisa kembali ke stadion dan memberikan dukungan langsung kepada para pemain Persib Bandung.

"Ya tentunya kami sebagai suporter menyambut positif hadirnya rencana itu, karena sudah hampir dua tahun kita tidak bisa menyaksikan langsung tim kesayangan ke stadion. Apalagi PON XX di Papua juga bisa disaksikan langsung oleh masyarakat di sana. Maka kami menunggu kebijakan itu segera ditetapkan di Liga," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, hadirnya suporter ke stadion akan membuat semarak atmosfer pertandingan sepak bola tanah air.

"Kalau suporter datang ke stadion kan, dukungan positif bisa terasa langsung bagi para pemain dan menambah semangat tim juga untuk bisa memberikan hasil yang terbaik. Apalagi setiap pemain baru yang datang ke Persib selalu bilang kalau alasan mereka mau ke Persib adalah faktor dukungan suporternya," ucapnya. 

Baca juga: BERITA PERSIB SIANG: Dibandingkan Mencetak Gol, Mohammed Rashid Lebih Suka Lakukan Ini

Abdul mengimbau para suporter yang ingin kembali ke stadion untuk senantiasa mengikuti tiap aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, agar situasi sepak bola Indonesia kembali normal.

"Kan pemerintah dan PT LIB telah menetapkan beberapa protokol kesehatan yang wajib dipatuhi para suporter yang ke stadion."

"Di antaranya pembatasan kapasitas 30 persen untuk Liga 1 dan 25 persen untuk Liga 2, sama wajib telah ikut vaksin covid-19 sebanyak dua kali dan hasil negatif antigen. Aturan itu mau tidak mau harus dipatuhi bobotoh, demi kebaikan bersama agar situasi sepak bola Indonesia kembali normal," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved