Breaking News:

16 PMI Asal Bandung Barat Berangkat ke Luar Negeri Secara Ilegal

16 Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) asal Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) berangkat ke luar negeri secara unprosedural atau ilegal

Ilustrasi Pengirim TKW Terbanyak di Dunia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Unit Pelayanan Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Jawa Barat mencatat, ada 16 Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) asal Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) yang berangkat ke luar negeri secara unprosedural atau ilegal tanpa melalui agen resmi.

Secara keseluruhan, ada 1.646 asal Jawa Barat yang berangkat secara ilegal itu sehingga untuk penanganan dan memulangkan mereka ke tanah air perlu upaya yang ekstra.

Kepala Seksi Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan pada UPT BP2MI Jabar, Neng Wefi, mengatakan banyaknya warga Jabar, termasuk KBB yang berangkat bekerja ke luar negeri menggunakan jasa agen tidak resmi menjadi perhatian tersendiri.

"Untuk PMI asal KBB yang kami pulangkan, kebanyakan dari wilayah selatan. Ini menjadi perhatian sehingga menjadi imbauan kepada masyarakat berangkatlah ke luar negeri secara formal," ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Selama ini, kata dia, UPT BP2MI Jabar sudah banyak memulangkan PMI yang berangkat secara unprosedural karena jika tidak ada upaya seperti itu.

Baca juga: Penempatan PMI Ilegal Munculkan Banyak Masalah, Kejagung: Ada Indikasi Korupsi dan TPPO

Mereka sulit untuk pulang ke Indonesia dan di sana pun mereka tidak mendapatkan pekerjaan yang jelas.

"Sebanyak 1.646 PMI asal Jabar sudah kami fasilitasi (kepulangan) dengan penempatan (kerja) dari tahun 2020 sampai 2021," kata Neng Mefi.

Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB, Sutrisno mengatakan, banyaknya PMI yang terpaksa di pulangkan itu, tentunya harus bisa menjadi pembelajaran bagi warga yang lainnya ketika ingin menjadi PMI.

"Jadi pesan kami adalah apabila sudah tidak ada kesempatan di dalam negeri mungkin jalan terakhir keluar negeri tapi tolong secara prosderual melalui PT resmi," katanya.

Menurutnya, warga KBB yang akan berangkat ke luar negeri jangan sampai tertipu oleh agen yang tidak resmi karena nantinya akan merugikan diri sendiri seperti yang sudah terjadi dengan PMI yang lain.

"Jangan sampai tergiur dengan sponsor-sponsor (tidak resmi) baik itu iming-iming, maupun yang menjanjikan bisa memberangkatkan ke luar negeri," ucap Sutrisno.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved