Breaking News:

Pesan Menyentuh Dedi Mulyadi untuk Baim Wong, ''Setiap Orang yang Datang Jangan Dikosongin''

Belakangan ini netizen heboh dengan video Baim Wong memarahi seorang bapak yang meminta uang.

Editor: Ichsan
istimewa
Dedi Mulyadi dan Baim Wong saat menyantap sate maranggi 

TRIBUNJABAR.ID - Belakangan ini netizen heboh dengan video Baim Wong memarahi seorang bapak yang meminta uang. Sebagian ada yang pro dan lainnya kontra dengan tindakan yang dilakukan oleh Baim Wong.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi sudah sejak lama mengenal pribadi Baim Wong. Pertama kali Kang Dedi Mulyadi bertemu di rumah Baim Wong. Saat itu sang Bosque terlihat rendah hati menerima kehadiran Dedi.

“Waktu itu saya pertama kali ketemu Baim Wong saat dia sedang populer banget. Tidak ada sikap sombong, dia bercerita mengenai pengalaman hidup dan ibunya. Tidak ada sedikitpun dia menyombongkan diri,” ujar Dedi dalam unggahan video di channel youtube Kang Dedi Mulyadi.

Terkait video viral Baim Wong dan seorang bapak yang meminta uang, Dedi menilai ada dua hal yang terjadi. Pertama Baim terlihat kesal karena diikuti terus oleh sang bapak. Kedua, bapak tersebut meminta uang kepada Baim yang dimungkinkan merasa lelah hingga emosi.

“Saya sedikit menebak, tidak ada pembelaan terhadap Baim. Ini hanya sudut pandang saya bahwa yang ada di dalam hatinya Baim itu tidak begitu menyukai pada orang yang sengaja meminta, tetapi dia sangat menyukai orang bekerja. Sehingga dia waktu itu dalam dirinya ingin memberikan pembelajaran bahwa Baik lebih senang pada orang bekerja dibanding pada bapak yang meminta,” katanya.

Tetapi, kata Dedi, maksud baik Baim disampaikan dengan cara yang kurang baik dan tidak tepat. Sebab yang dihadapi adalah seorang orang tua yang memerlukan adab khusus tidak dengan emosi . “Tidak boleh emosi harus lemah lembut pada orang tua. Dan sikap penyampaiannya dengan bahasa yang mudah dimengerti,” ucapnya.

Baca juga: Datangi Keluarga Korban Meninggal Perselisihan Lahan Tebu, Dedi Mulyadi Tak Kuasa Tahan Tangis

Dedi Mulyadi dan Baim Wong
Dedi Mulyadi dan Baim Wong (istimewa)

Dedi yang juga memiliki kanal youtube Kang Dedi Mulyadi Channel dengan 1,94 juta subscribe juga pernah mengalami hal sama. Saat itu dia bertemu dengan seorang bapak keliling meminta sumbangan karena mengaku stroke.

Saat itu Dedi mendatangi rumah sang bapak dan menawarkan pekerjaan pada anaknya. Namun tawaran itu ditolak dan keluarga meminta modal untuk berjualan bubur. Akhirnya Dedi berikan modal untuk anaknya berjualan dan kebutuhan makan keluarga selama satu bulan. Hal itu dilakukan agar sang bapak tidak lagi keliling meminta sumbangan.

Suatu saat, Dedi yang sedang berolahraga kembali bertemu dengan bapak tersebut sedang berkeliling kembali untuk meminta sumbangan. Ternyata setelah ditelusuri bapak tersebut bukan stroke melainkan cacat bawaan.

Akhirnya Dedi kembali meminta bapak tersebut berhenti berkeliling. Selain itu ia memberikan modal beternak anak sang bapak yang paling kecil. Sementara anaknya yang dewasa ditawari bekerja sebagai penyapu setelah pulang sekolah.

“Saya tawari pekerjaan ternyata anaknya tidak dating, kemudian modal usaha bubur tidak dilaksanakan, bapaknya masih keliling, itu yang buat saya marah. Kok Keluarga ini malah seneng mengeksploitasi bapaknya yang disabilitas dibanding bekerja,” ujar Dedi.

Dalam kesempatan itu Dedi memberikan pesan pada Baim Wong agar kejadian serupa tak terulang dan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

“Mas baim lebih menahan diri dalam sikap yang spontanitas dalam diri. Kemudian ke depan lebih berhati-hati dalam memposting sebuah peristiwa, bisa jadi niat kita baik publik menilainya tidak baik. Karena hidup ini hanya ada dua, yang suka pasti membela yang tidak suka pasti mencerca,” katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Marah-marah di Pasar Leuwipanjang, Ancam Pidanakan Seorang Pedagang, Ini Ceritanya

“Tetapi itu harus dimaknai baik, karena yang mencerca itu netizen untuk mengoreksi kita agar hidup lebih baik. Dari sisi hikmah bapaknya dapat hikmah besar banyak yang bantu. Banyak juga orang mendapat keuntungan dari postingan karena ramai-ramai mengkritik dengan jumlah komentar dan penonton yang banyak,” kata Dedi.

Terakhir Dedi berpesan setiap orang harus bekerja keras dan meninggalkan sifat mengemis rezeki. “Tapi setiap orang yang datang jangan juga kita kosongin karena kita tidak boleh juga memutus harapan orang lain,” ujar Kang Dedi Mulyadi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved