Breaking News:

Kata Ustaz Abdul Somad, Acara Maulid Nabi Tak Boleh Melenceng dari Empat Hal Ini, Terakhir Makan

Acara Maulid Nabi sudah biasa digelar umat Islam di Indonesia. Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal atau tahun gajah.

Editor: Giri
Instagram/ustadzabdulsomad_official
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNJABAR.ID - Acara Maulid Nabi sudah biasa digelar umat Islam di Indonesia.

Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal atau tahun gajah.

Pada tahun ini, tanggal 20 Oktober bertepatan dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW dan ditetapkan sebagai hari libur.

Di Indonesia, umumnya digelar perayaan Maulid Nabi dengan beberapa acara.

 

Hal itu berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian tradisi suatu daerah tersebut.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan, peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak melenceng dari empat hal yakni membaca Al-Qur'an, sejarah nabi, tausiah, dan makan.

Dalam Fatâwa al-Azhar dinyatakan oleh Syekh ‘Athiyyah Shaqar bahwa menurut Imam al-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani, dan Ibnu Hajar al-Haitsami memperingati Maulid Nabi itu baik.

Meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid.

"Bahwa maulid itu masro' disyariatkan dengan dalil-dalilnya. Kalau boleh merayakan selamatnya Musa dari kejaran Firaun maka boleh mensyukuri lahirnya Nabi Muhammad SAW," kata Ustaz Abdul somad. 

Ingatkan nikmat-nikmat Allah, ingatkan nikmat sehat.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved