Breaking News:

5000 Warga Bandung Kulon Jalani Vaksinasi Covid-19 Pakai Vaksin Pfizer

5000 warga Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Duka Bumi Baru,  Rabu (13/10/2021).

clinical trial arena
Ilustrasi vaksin covid-19 Pfizer, Sinovac, Moderna dan AstraZeneca 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - 5000 warga Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Duka Bumi Baru,  Rabu (13/10/2021).

Jenis vaksin yang diberikan kepada ribuan warga yang berusia di atas 12 tahun tersebut ialah Pfizer. Camat Bandung Kulon Asmara Hadi mengatakan bahwa vaksin yang diberikan merupakana dosis pertama. 

"Ada 8 Kelurahan di Kecamatan ini, masing-masing Kelurahan diberikan 500 dosis, 1.000 dosis lagi untuk relawan satgas dan YPPK Bumi Baru Sahabat Dalam Duka. Tujuan kita ya untuk membentuk Herd Immunity," kata Asmara Hadi kepada Tribun Jabar, Rabu (13/10/2021).

Target penerima vaksin dijelaskannya sejumlah 108.196 warga, namun yang sudah divaksin masih 30 persen warga.

Asmara Hadi mengatakan bahwa 30 persen tersebut belum termasuk warganya yang divaksin di tempat lain seperti di tempat kerja masing-masing. Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan "door to door" agar mengetahui berapa jumlah warga yang divaksin.

Baca juga: 9 Jawaban Seputar Penularan Virus Corona pada Bayi dan Cara Pencegahannya

Dr Kurnia selaku Dokter UPT Puskesmas Cibuntu menjelaskan bahwa warga tidak bisa memilih vaksin. Cenderung warga Bandung Kulon menerima vaksin Pfizer yang diberikan di hari kedua ini.

"Syaratnya sama, harus berhati-hati khususnya bagi warga yang memiliki riwayat penyakit jantung. Hari ini, khusus bagi warga berusia di atas 12 tahun, dan diperbolehkan bagi ibu menyusui. Tapi bagi ibi hamil, untuk saat ini belum kita siapkan karena membutuhkan pemeriksaan khusus," kata dr Kurnia.

Kepada warga yang akan divaksin, dr Kunia menyampaikan agar beristirahat yang cukup, tidak mengkonsumai obat penurun demam, obat nyeri dalam 24 jam sebelum divaksin. 

Pemberian vaksin dosis keduanya akan diberikan pada 21 hari mendatang. Dr Kurnia menambahkan bahwa penggunaan vaksin Pfizer memerlukan penanganan khusus dari laboratorium hingga disuntikkan ke warga. 

"Saat skrining tadi, ada warga yang terpaksa harus ditunda divaksin, tapi jumlahnya kurang dari 100 warga," katanya.

Kendaraan dari tim medis juga disiapkan di lokasi. Menurut Plt. Trantib Kecamatan Bandung Kulon yang juga sebagai Sekretaris Kelurahan Caringin, Tjakra Irawan bahwa selama 2 hari proses vaksinasi, warga yang mengalami dampak pascavaksin, di bawah 5 orang per harinya.

"Gejala yang dialami cenderung ringan, hanya pegal, mual dan pusing saja, semua bisa tertangani," katanya.

Tjakra Irawan juga mengatakan terkait pendataan dan pendaftaran warga yang akan divaksin, pihaknya menggunakan pendaftaran secara "online".

Ia menduga, karena pendaftaran secara online, maka ada warga di luar Bandung Kulon yang juga mendaftar.

"Kami tidak menolak, tapi kami meminta agar warga di luar Kecamatan Bandung Kulon menyertakan surat keterangan domisili. Tujuannya agar proses administrasinya lebih baik dan harapan kita untuk terbentuknya herd immunity bisa tercapai," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved