Breaking News:

Dua Penyebab Tingginya Stunting di Indramayu, Salah Satunya karena Banyaknya Pernikahan Dini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menyebut tiga kecamatan dengan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Dari sekitar 125 ribu balita, sebanyak 41 ribu balita di antaranya menderita stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menyebut tiga kecamatan dengan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Indramayu.

"Yang tinggi itu ada di Kecamatan Gabuswetan, Kandanghaur, dan Kertasemaya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Pendopo Indramayu, Selasa (12/10/2021).

Deden Bonni Koswara menyampaikan, ada banyak kemungkinan yang memengaruhi terjadinya stunting.

Di antaranya karena ketidaksiapan calon ibu pada masa kehamilan dan saat merawat anaknya pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Banyaknya pernikahan dini terutama pada remaja putri di Kabupaten Indramayu juga menjadi penyebab.

Selain itu, dikatakan Deden Bonni Koswara, penyebab lainnya banyak ibu di Kabupaten Indramayu yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKW ke luar negeri.

Hal ini berimbas pada kurang terurusnya anak mereka, termasuk dari sisi asupan gizi di masa perkembangannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved