Kamis, 7 Mei 2026

Romantisnya Bermalam Minggu di Jalan Paling Bersejarah yang Menjadi Kawasan Pecinan di Karawang

Jalan Tuparev Karawang, Jawa Barat merupakan kompleks pertokoan tertua di Karawang. Wilayah itu dikenal sebagai kawasan pertokoan pecinan

Tayang:
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIKWAN SUWANDI
Suasana Jalan Tuparev, Karawang, Jawa Barat yang merupakan kompleks pertokoan pecinan tertua di Karawang, Sabtu (9/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANGJalan Tuparev Karawang, Jawa Barat merupakan kompleks pertokoan tertua di Karawang. Wilayah itu dikenal sebagai kawasan pertokoan pecinan di Karawang.

Ketika pertokoan pecinan itu tutup di malam hari, sepanjang Jalan Tuparev berubah menjadi kawasan kuliner malam.

Para pedagang kaki lima lesehan itu akan berjejer dari Jalan Tuparev, Alun-Alun Karawang hingga Jalan Kertabumi.

"Sudah hampir delapan tahun saya berjualan di sini. Ketika toko tutup, maka kita mulai berjualan," kata Ridwan pedagang nasi kucing, Sabtu (9/10/2021).

Ridwan mengaku, setiap Pukul 17.00 WIB ia sudah mulai membuka lapaknya. Kemudian akan tutup pada Pukul 01.00 WIB.

"Biasanya kalau ramai itu jam 9 malam keatas," katanya.

Yazid seorang warga asal Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur mengungkapkan, kuliner malam di wilayah Tuparev itu memang menjadi tempat tongkrongannya bersama teman pabriknya setiap akhir pekan.

Selain harga yang relatif murah, suasana malam yang nyaman dinilainya menjadi pilihan yang tepat bagi dompet karyawan.

"Kadang kalau bahas kerjaan kita juga bisa  wedangan kayak gini," ujarnya.

Koordinator Komunitas Pemuda Peduli Sejarah Karawang Dharma Gautama mengatakan, mengungkapkan Kawasan Tuparev saat ini merupakan pusat perniagaan, itu bukan terbentuk tanpa sebab.

"Kawasan ini dahulunya merupakan jalan antar provinsi yang menghubungkan provinsi barat (DKI Jakarta) dan timur (Jawa Tengah). Sebelum TOL Jakarta - Cikampek beroperasi tahun 1980-an jalur ini merupakan jalur inti penghubung kedua provinsi tersebut. Maka, tidak heran jika kawasan ini dapat berkembang dengan pesat," kata Dharma.

Dharma menceritakan, jauh sebelum itu pada masa kolonialism, pemerintah Hindia-Belanda membangun tata letak kota di Karawang, salah satunya pembangunan jalan Deandles pada tahun 1808.

Pembangunan jalan Anyer-Panarukan itu melintasi Karawang, dimana salah satu jalur yang dibuat adalah sepanjang Jalan Tuparev ini.

"Pembangunan awal itulah yang kemudian menjadi salah satu latar belakang berkembangnya Tuparev menjadi jalur utama yang kemudian bertransformasi menjadi kawasan pemerintahan masa Hindia-Belanda, yang kemudian di kawasan ini juga terdapat titik nol nya Karawang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved