Breaking News:

Evaluasi PTM Terbatas, Dinkes Kota Cirebon Bakal Swab Test PCR Siswa Secara Acak

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon bakal melakukan swab test PCR siswa yang mengikuti PTM terbatas secara acak.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Dinkes Kota Cirebon, Edy Sugiarto. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon bakal melakukan swab test PCR siswa yang mengikuti PTM terbatas secara acak.

Kepala Dinkes Kota Cirebon, Edy Sugiarto, mengatakan, tes acak tersebut rencananya dilaksanakan pada pekan depan.

Menurut dia, hal itu merupakan bagian dari evaluasi PTM terbatas di Kota Cirebon yang telah dimulai sejak pertengahan September 2021.

Baca juga: Mulai PTM, Siswa di Kota Bandung Harus Swab Tes dan Antigen, Orangtua: Untuk Pastikan Anak Kita Aman

"Tes acak ini juga merupakan strategi untuk melihat seberapa besar tingkat keamanan PTM," kata Edy Sugiarto saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (9/10/2021).

Ia mengatakan, swab tes PCR itu bakal dilakukan kepada seluruh siswa di semua jenjang pendidikan yang mengikuti PTM terbatas.

Dari mulai TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA se-Kota Cirebon. Pihaknya berharap, dalam tes acak itu seluruh siswa tidak ada yang terpapar Covid-19.

Karenanya, sejak PTM terbatas dimulai Pemkot Cirebon selalu menekankan agar pihak sekolah benar-benar menerapkan protokol kesehatan ketat.

"PTM terbatas ini pada dasarnya harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa dari penyebaran virus corona," ujar Edy Sugiarto.

Edy menyampaikan, petugas puskesmas akan dikerahkan dalam swab test PCR untuk melihat ada tidaknya potensi penyebaran Covid-19 selama pelaksanaan PTM.

Baca juga: Kadis Pendidikan KBB Ingin Semua Sekolah Gelar PTM, Jumlah Terus Bertambah karena Covid-19 Menurun

Ia mengakui telah menyiapkan sejumlah langkah apabila ditemukan siswa yang mengikuti PTM terbatas terpapar Covid-19.

Kelas siswa yang terpapar itu bakal ditutup sementara dan disterilisasi menggunakan disinfektan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak diharapkan terjadi.

"Tapi jika (siswa) yang terpapar banyak, maka sekolah akan ditutup dan tidak menjalankan PTM," kata Edy Sugiarto.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved