Memasuki Musim Hujan, Waspada Penyakit Ini Kasusnya Naik Dua Kali Lipat, Total Capai 153 Penderita
Memasuki musim hujan yang ditandai dengan turunnya hujan berintensitas tinggi dalam tiga minggu terakhir di Ciamis berdampak langsung pada peningkatan
Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Memasuki musim hujan yang ditandai dengan turunnya hujan berintensitas tinggi dalam tiga minggu terakhir di Ciamis berdampak langsung pada peningkatan angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Ciamis.
Ditandai dengan meningkatnya kasus DBD pada akhir bulan September lalu dan awal Oktober ini.
“Selama bulan Oktober sampai hari ini, Jumat (8/10) sudah terdata 10 kasus DBD di Ciamis,” ujar Kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis dr H Harun Al Rasyid yang didampingi penanggungjawab program penanggulangan DBD Dinkes Ciamis H Supendi SKM kepada Tribunjabar.id, Jumat (8/10) sore.
Sementara selama September telah terjadi 39 kasus DBD. Jumlah ini dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya, yakni bulan Agustus (sebanyak 14 kasus).
Meningkat drastisnya kasus DBD di Ciamis tersebut menurut dr Harun dampak langsung dengan masuknya musim hujan yang ditandai dengan turunnya hujan berintensitas dan durasi tinggi.
Guyuran hujan menyisakan genangan air di berbagai tempat, terutama di sampah-sampah kaleng bekas, botol, potongan bambu, kelukan tanah dan sebagainya. Genangan air tersebut tempat yang berpotensi untuk berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, vektor penular DBD.
Mengantisipasi meningkatkan kasus DBD menyusul masuknya musim hujan, pihak Dinkes Ciamis katanya segera menggeluarkan surat edaran yang ditujukan ke berbagai pihak sampai ke tingkat desa/kelurahan untuk mengingatkan warga tentang ancaman penyakit DBD tersebut.
Total 153 kasus
Selama tahun 2021 ini, pihak Dinkes Ciamis mencatat telah terjadi 153 kasus DBD di Ciamis. Seorang penderita di antaranya meninggal dunia.
Rincian kasus DBD di Ciamis selama tahun 2021 tersebut meliputi, bulan Januari (11 kasus), Februari (5 kasus), Maret (6 kasus), April (7 kasus), Mei (24 kasus, seorang meninggal dunia), Juni (29 kasus), Juli (18 kasus), Agustus (14 kasus), September (39 kasus) dan bulan Oktober ini sampai Jumat (8/10) sudah terdata 10 kasus.
Penderita DBD yang meninggal terjadi pada bulan Mei (dari 24 kasus, seorang meninggal dunia).
Para penderita kasus DBD tersebut sempat dirawat di rumah sakit atau puskesmas setempat.
Dari 153 kasus DBD yang terjadi selama tahun 2021 ini, paling banyak di wilayah kerja Puskesmas Ciamis (34 kasus), berikutnya di wilayah kerja Puskesmas Imbanagara (22 kasus) yang merupakan wilayah perkotaan, selanjutnya Handapherang (12 kasus) dan Baregbeg (10 kasus).
Bila dibagi atas jenis kelamin, penderita DBD di Ciamis imbang antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki (76 kasus) dan perempuan (77 kasus).