Breaking News:

ASN Bayar ke Anak Aa Umbara Demi Mutasi Jabatan, Sekda Bandung Barat: Saya Kaget Kenapa Bisa Begitu

Asep Sodikin juga mengimbau agar ASN tidak perlu memberikan uang kepada siapa pun demi memuluskan rotasi dan mutasi jabatan

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Sekda Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat ( KBB ), Asep Sodikin, kaget karena ada ASN yang harus membayar uang Rp 10 juta untuk memuluskan mutasi jabatan.

Uang tersebut dibayarkan kepada anak bupati nonaktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, yakni Asep Lukman. 

Fakta tersebut terungkap dalam sidang dugaan korupsi pengadaan barang Covid-19 Bandung Barat, di Pengadilan Negeri (PN), saat jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa saksi Tuti Heriyati, mantan Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bandung Barat, Rabu (6/10/2021).

"Saya baru tahu dari sidang itu. Saya kaget kenapa bisa seperti itu. Jadi, bukan domain saya kalau sudah seperti itu," ujar Asep Sodikin saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (7/9/2021).

Untuk ke depan, Asep meminta semua ASN yang ada di Pemkab Bandung Barat untuk menghindari hal seperti itu dan harus menerima jika harus rotasi mutasi jabatan, walaupun posisinya tidak sesuai dengan keinginan sendiri.

Baca juga: Anak Bupati Bandung Barat Bisa Pindahkan PNS asal Ada Uang Rp 10 Juta

"Kalau ternyata enggak diakomodir, ya wayahna (mau tak mau). Kalau di kita (rotasi mutasi) itu normatif," katanya.

Ia memastikan, soal rotasi mutasi jabatan selama masa kepemimpinan Aa Umbara Sutisna, mekanismenya sudah sesuai dengan prosedur dan penentuan jabatannya merupakan hak prerogatif bupati.

"Saya sebagai penilai kerja, ya (mekanisme) normatif gitu kan, ada ketentuan-ketentuan yang dilihat mulai dari pangkat golongan, kemudian background dan sebagainya," ujar Asep Sodikin.

Atas hal tersebut, Asep Sodikin juga mengimbau agar ASN tidak perlu memberikan uang kepada siapa pun demi memuluskan rotasi dan mutasi demi bisa ditempatkan pada jabatan tertentu.

"Mungkin ada yang enggak percaya diri. Harusnya kan sudah saja percaya diri dan harus menghindari yang begitu," kata Asep Sodikin.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved