Breaking News:

Protes Travel Ilegal di Cianjur, Sopir Elf Bakal Parkir Mobil di Kantor Ini Jika Tak Ditanggapi

Sopir elf Cianjur melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk bertuliskan kritikan untuk mobil traveldilakukan di kawasan terminal Pasirhayam

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL
Sopir angkutan umum elf di Cianjur melakukan aksi protes di terminal Pasirhayam dengan membentangkan spanduk bertuliskan kritikan untuk mobil travel yang beroperasi di Cianjur, Rabu (6/10/2021). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sopir elf Cianjur melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk bertuliskan kritikan untuk mobil travel.

Aksi protes dilakukan di kawasan terminal Pasirhayam, Rabu (6/10/2021) siang karena masih banyaknya travel ilegal yang mengangkut penumpang ke Cianjur selatan.

Ada sekitar 200 unit kendaraan elf berbagai jurusan yang biasa mangkal di terminal Pasirhayam yang melakukan aksi protes.

Jurusan Angkutan Pakidulan tersebut di antaranya, jurusan Leles, Cidaun, Agrabinta, Kalapanunggal, Cikadu, Cihurang, Cijati, Cijampang, Pagelaran, Sukanagara, Pagermaneuh, Warungawi, Girijaya, Mekarwangi, Cisokan, Pasirkuda, Kadupandak, Ciogong, dan Sindangbarang.

Jobing (25) seorang sopir Elf Pakidulan jurusan Cijati mengaku merasa dirugikan dengan banyaknya mobil travel ilegal alias gelap yang masih berkeliaran ke jalurnya tersebut.

"Saya bawa penumpang dari Cijati ke Terminal Pasirhayam bawa tiga orang ongkosnya Rp 50 ribu, bayar solar Rp 150 ribu, sebenarnya tidak ada untung bagi kami para sopir elf Pakidulan ini," kata Jobing.

Ia berharap, saat tiba di Terminal ada penumpang yang bisa ia bawa sekaligus mau pulang ke Cijati. Namun setelah dua sampai dengan 4 hari penumpang tak kunjung datang.

"Mau tidak mau, saya harus kembali merogoh kocek untuk kebutuhan menunggu penumpang datang. Sekalinya ada penumpang paling maksimal empat atau enam orang saja, bisa dibayangkan berapa penghasilan kami sebagai sopir elf Pakidulan," katanya.

Sopir Jurusan Kalapa Nunggal Cianjur selatan, Sandi (23) mengatakan, ia sudah dua hari ngetem di terminal Pasirhayam. Namun hingga saat ini tak juga kunjung datang penumpang ke terminal.

"Saya minta ada ketegasan dari pemerintah, masa ia, travel gelap jelas-jelas tidak pernah bayar uji kelayakan kendaraan (kir) pelat hitam tapi bebas menaik dan menurunkan penumpang," katanya.

Menurutnya, jika tidak ada kepastian dari pemerintah. Maka ia bersama teman-teman satu profesinya akan terus melakukan aksi mogok jalan.

"Kalau tidak ada kepastian, maka kami akan terus melakukan mogok jalan. Bila perlu, semua mobil jurusan Pakidulan akan diparkirkan di kantor Dishub," jelasnya.

KBO Lantas Polres Cianjur Iptu Yudistira mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan penindakan namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Ayo kita sama-sama menindaklanjuti travel yang dinilai merugikan para sopir Pakidulan tersebut. Namun tentunya harus memberikan informasi yang sesuai dan akurat mana saja kendaraan yang dinilai meresahkan," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved