Lihat Pengendara Lain Mogok Bukannya Ditolong Malah Digebukin Pakai Stik Bisbol, Dua Pelaku Buron

Oknum komunitas motor di Purwakarta ditangkap Polres Purwakarta karena menganiaya anggota kelompok lain.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Kapolres Purwakarta, AKBP Suhardi Hery Haryanto, beserta jajaran sedang menunjukkan barang bukti pelaku kekerasan oknum komunitas motor di Mapolres Purwakarta, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Oknum komunitas motor di Purwakarta ditangkap Polres Purwakarta karena menganiaya anggota kelompok lain.

Ada lima pelaku yang diketahui menganiaya korban di wilayah Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Purwakarta, beberapa waktu lalu.

Kapolres Purwakarta, AKBP Suhardi Hery Haryanto, mengatakan, dari jumlah pelaku sebanyak lima orang, dua di antaranya masih masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Insyaallah kita secepatnya akan tertangkap," ujar Kapolres saat siaran pers, Rabu (6/10/2021).

Pelaku menganiaya korbannya dengan senjata tumpul dan senjata tajam.

"Barang bukti yang kita amankan ada stik bisbol, galah bambu, dan cerulit, yang digunakan untuk menganiaya korban. Termasuk jaket komunitas motor yang dipakai pelaku dan satu rekaman video penganiayaan yang viral di media sosial," kata dia.

Mengenai kronologi kejadian, ia menjelaskan, semua bermula pada saat korban mengalami mogok kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman.

Lima pelaku berpapasan dengan korban.

Tiga pelaku penganiayaan yang merupakan anggota komunitas motor diamankan di Purwakarta.
Tiga pelaku penganiayaan yang merupakan anggota komunitas motor diamankan di Purwakarta. (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

"Mengetahui korban berbeda komunitas dengannya dan dianggap musuh, mereka lantas menganiaya korban," ucap Suhardi.

Korban yang mengalami luka pukulan di sejumlah bagian tubuh lantas melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Purwakarta.

"Dugaan sementara pengeroyokan tersebut disebabkan oleh perselisihan antarkelompok," katanya.

Pelaku terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Pasal yang kita sangkakan adalah pasal 170 ayat 1 Undang-Undang KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara," kata Kapolres.

Dia berharap kasus serupa tak terulang lagi.

"Kita lakukan sosialisasi kepada para pelajar maupun komunitas pemuda untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tak terulang," katanya.

Selanjutnya dia mengimbau agar masyarakat khusunya para pemuda atau pelajar tidak tergiur atau ikut serta dalam aktivitas geng atau komunitas motor yang membuat gaduh. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved