Waspadai Bahaya Hidrosefalus Pada Penyakit Peradangan Selaput Otak Pada Orang Dewasa
Tribunners, kondisi nyeri berlebihan pada bagian kepala, disertai kaku di bagian leher, dan mual hingga ingin muntah yang cukup sering, menjadi bebera
Penulis: Cipta Permana | Editor: bisnistribunjabar
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tribunners, kondisi nyeri berlebihan pada bagian kepala, disertai kaku di bagian leher, dan mual hingga ingin muntah yang cukup sering, menjadi beberapa gejala yang dialami penderita meningitis atau peradangan pada selaput otak.
Bila kondisi ini terus berlanjut tanpa dilakukannya penanganan medis sesegera mungkin, dapat berubah menjadi Hidrosefalus atau kondisi terjadinya akumulasi dan pengumpulan cairan otak secara abnormal dan berlebihan di dalam otak.
Kondisi ini dapat terjadi apabila aliran cairan otak atau saluran pembuangan otak terhambat atau bermasalah, yang bila terus dibiarkan atau tidak dilakukan tindakan yang tepat dan secepatnya, dapat membuat kecacatan permanen bahkan hingga kematian bagi penderitanya.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RS. Santosa Kopo, dr. Hadian Adhipratama, Sp.Bs menjelaskan, pada orang dewasa, penyebab Hidrosefalus ini dapat diakibatkan oleh beberapa penyakit, yaitu akibat tumor otak, pendarahan otak, atau akibat peradangan selaput otak.
Komplikasi dari Hidrosefalus adalah kerusakan otak permanen, dimana apabila dibiarkan, akibat kerusakan otak ini penderita bisa jadi kesadarannya tidak bisa pulih hingga kemungkinan terburuknya adalah kematian.
"Untuk pasien yang telah menjalani perawatan terapi saja, angka kematian dan morbiditas berat untuk penyakit ini sangat tinggi, yaitu mencapai 50-60 persen. Sedangkan untuk yang tidak diterapi sama sekali angka kematian dan morbiditas beratnya meningkat, yaitu hampir mencapai 100 persen," ujarnya saat ditemui di RS. Santosa Kopo, Kamis (30/9/2021).
Lalu apa kaitannya antara peradangan selaput otak pada orang dewasa dengan bahaya Hidrosefalus, dr. Hadian menuturkan, di dalam otak setiap individu memiliki rongga yang disebut Ventrikel, setiap Ventrikel memiliki Struktur Plexus Koroideus yang memproduksi cairan otak. Dimana cairan yang dihasilkan dalam satu hari rata-rata adalah sebanyak 450 cc.
Apapun kondisi otak, atau bagaimanapun besarnya tekanan di dalam rongga dalam kepala atau yang disebut dengan Intra Kranial, cairan otak akan tetap dan terus diproduksi. Cairan otak ini dari dalam Ventrikel akan disalurkan keluar ke rongga Subarachnoid, yang merupakan tempat berisi cairan otak yang berada di antara selaput otak dan otak, dan akan melewati bagian belakang batang otak, melalui apa yang disebut dengan Foramen Magendie dan Luschka.
Kemudian cairan otak ini akan bersirkulasi di rongga subarachnoid, hingga akhirnya akan masuk diserap ke dalam aliran pembuluh darah balik otak yang disebut dengan sinus venosus, melewati suatu struktur yang disebut dengan arachnoid granulation.
"Pada pasien Meningitis, kondisi cairan otak akan menjadi pekat. Apabila kepekatan ini semakin memburuk, maka penyerapan cairan otak untuk masuk ke dalam aliran pembuluh darah balik otak akan terganggu. Bila sudah mencapai titik tertentu, maka cairan otak yang diproduksi akan lebih banyak jumlahnya dibanding dengan yang bisa diserap, sehingga pada akhirnya cairan otak akan terus menumpuk di dalam otak, dan akan semakin membesar hingga menekan otak disekitarnya," ucapnya.
Terkait, bagaimana gejala awal dari terjadinya peradangan selaput otak pada orang dewasa serta fase tahapan hingga kondisi menjadi Hidrosefalus, menurutnya, gejala umum yang biasa dikeluhkan pasien Meningitis yaitu, mengalami demam, nyeri kepala, mual hingga muntah, tampak mengantuk, mata merasa silau berlebihan terhadap sinar, dapat disertai tampak kebingungan, dan kejang.
Pada pemeriksaan fisik, ada satu pemeriksaan spesifik yang dapat dilakukan pada penderita yang diindikasikan mengidap Meningitis, yaitu apa yang disebut dengan Brudzinski Sign, yaitu apabila kepala penderita kita coba tekuk, lehernya akan tampak kaku, pinggul dan pahanya akan tampak naik, dan lutut akan tertekuk. Tanda ini cukup khas akan muncul pada penderita Meningitis.
Pada penderita meningitis dengan komplikasi hidrosephalus, penderita akan cenderung menurun kesadarannya, gejala awal biasanya penderita akan terlihat sering mengantuk, cenderung tidur, tampak disorientasi dengan sekitarnya, misalnya penderita menjadi tidak mengenali keluarganya, tidak mengenali tempatnya berada sekarang, termasuk tampak bingung dengan hal-hal rutin yang biasa dilakukannya.
"Pada kondisi Hidrosefalus, penurunan kesadaran ini pada umumnya sifatnya tidak mendadak, namun berlangsung secara bertahap selama berhari-hari, dan akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu, hingga kemungkinan terburuknya penderita kesadarannya menjadi sangat rendah atau koma, dan dapat disertai kejang serta keluhan gangguan penglihatan sebelumnya," ujar dr. Hadian.
Ia menambahkan, penyebab terjadinya peradangan selaput otak pada orang dewasa, umumnya dapat diakibatkan oleh beberapa jenis mikroorganisme, yaitu virus, dan bakteri. Namun, angka kejadian Meningitis akibat virus pada orang dewasa sangat sedikit, dari beberapa penelitian internasional, didapatkan angka kejadiannya hanya berkisar 0,0027 % hingga 0,0076 %.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/waspadai-bahaya-hidrosefalus-pada-penyakit-peradangan-selaput-otak-pada-orang-dewasa.jpg)