Selasa, 28 April 2026

Penemuan Mayat di Subang

Kata Polisi tentang Tujuan Autopsi Ulang Terhadap Jenazah Tuti dan Amalia Kasus Subang

Autopsi ulang dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap tabir misteri hilangnya nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Editor: Giri
Tribun Jabar/Dwiki MV
Suasana pengajian 40 hari kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) di Dusun Jalancagak, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Senin (27/9/2021) malam. Polisi belum juga bisa mengungkap pelaku kasus tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Autopsi ulang dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap tabir misteri hilangnya nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Autopsi telah dilakukan di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Sabtu (2/10/2021) sore.

Tuti dan Amalia merupakan dua korban perampasan nyawa di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Jasad ibu dan anak ini ditemukan di bagasi Alphard pada Rabu (18/8/2021).

Hingga kini, polisi belum juga menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kasus itu.

Kasus ini menarik perhatian karena tak juga menemui ujung.

Bahkan untung mengungkapnya, Polres Subang di-back up Polda Jabar dan Bareskrim Mabes Polri.

Tenda di makam Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Makam keduanya dibongkar dan polisi melakukan autopsi ulang.
Tenda di makam Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Makam keduanya dibongkar dan polisi melakukan autopsi ulang. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

 Tim gabungan Mabes Polri, Polda Jabar, dan Polres Subang pula yang mengautopsi ulang jenazah Tuti dan Amalia.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengatakan, hasil dari autopsi ulang itu nantinya akan menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku.

Namun, saat disinggung hasilnya seperti apa, Erdi enggan membeberkannya.

"Enggak, enggak bisa (dipublikasikan), hanya untuk kepentingan penyidik," ujar Erdi A Chaniago saat dihubungi, Senin (4/10/2021).

Hasil autopsi itu, kata dia, akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan dan mencari kesesuaian penyebab kematian dengan bukti dan petunjuk baru.

"Mereka mengevaluasi dan menganalisis untuk melakukan tindakan ke depannya disesuaikan hasil dari autopsi itu," katanya.

Pun demikian saat ditanya petunjuk baru yang telah dikantongi penyidik, Erdi enggan menjelaskan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved