#ReneOut

Tagar #ReneOut, Tanda Kutukan Pelatih Asing Persib Muncul, Pengamat: Tim Ini Mengkilap Tapi Kok

Bobotoh netizen mulai menggaungkann tagar #ReneOut atau meminta Robert Albert mundur sebagai pelatih Persib Bandung. Pengamat sepakbola beri pendapat.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Bobotoh netizen mulai menggaungkan tagar #ReneOut atau meminta Robert Albert mundur sebagai pelatih Persib Bandung.

Tuntutan Robert Alberts mundur sebagai pelatih Persib Bandung sebagai imbas dari hasil imbang di 4 laga berturut-turut sekaligus menutup seri pertama Liga 1. Di laga Liga 1 terakhir, Persib ditahan imbang 1-1.

Pengamat sepak bola Indonesia, Supriyono Prima, tidak sepakat apabila manajemen Persib memutuskan untuk memecat Robert Robert Alberts sebagai pelatih. Menurutnya, pelatih asal Belanda itu masih layak diberikan kesempatan.

"Kalau aku sih kasih waktu. Karena kan dengan situasi kompetisi panjang enggak bergulir. Kan dia juga harus memilih komposisi yang terbaik. Kan dia juga harus melihat kebugaran setiap individu. Mudah-mudahan dari beberapa match yang sudah dijalankan itu bisa menjadi evaluasi. Toh belum banyak pemain dicoba," kata dia kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Tanda-tanda Kutukan Pelatih Asing Persib Bandung Mulai Muncul, Bobotoh Minta Robert Alberts Mundur

Walaupun diberi waktu untuk memperbaiki timnya, Supriyono Prima mengingatkan bahwa Persib kini sudah kembali berkompetisi. Artinya, setiap pertandingan harus dimaksimalkan agar bisa menjadi juara di akhir musim.

"Kalau aku sih iyah harus sabar saja. Cuman kadang- kadang kan kalau berbicara kompetisi itu kan poin ya. Kalau sabar terus dapatnya imbang terus ya repot juga. Artinya tim ini mengkilap tapi kok tidak sesuai dengan performa yang ada di lapangan," ucapnya.

Situasi seperti ini ternyata tidak hanya dialami oleh Persib. Beberapa tim pun saat ini sedang mendapat tekanan hebat dari para suporternya. Mereka merasa penampilan tim kesayangannya jauh dari harapan.

Terkait fenomena ini, Supriyono menilai sepak bola Indonesia sudah bukan hanya berbicara tentang industri. Namun ada gengsi yang sangat besar di dalammnya.

"Sepak bola juga sudah menjadi satu kekuatan gengsi yang luar biasa. Tidak hanya daerah tapi bagaimana presitge itu terjadi. Artinya meraka punya tim kebanggaan itu tidak mau turun gak mau jelek performanya," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, para pelatih dituntut harus terus bisa membawa timnya tampil baik disetiap pertandingan. Bukan hanya demi kemenangan, namun rasa percaya dari pihak ketiga dalam hal ini sponsor.

"Sponsor itu akan datang ketika tim itu berprestasi kalau mereka jeblok nama besar pun kadang-kadang repot juga nyari duit. Jadi harus diseimbangkan antara sepak bola dan entertain, di situ bisnis berbicara," katanya.

Kutukan Pelatih Asing Tak Pernah Sukses

Tanda-tanda kutukan pelatih asing tak pernah sukses di Persib Bandung saat ini mulai bermunculan. 

Saat ini, pelatih Persib Bandung dikendalikan pelatih asing, Robert Alberts. Empat laga terakhir Persib di Liga 1 tak pernah menang karena selalu meraih hasil imbang. Dua laga sisanya menang dua kali.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved