Breaking News:

Sumedang Bakal Terapkan SOP PeduliLindungi untuk Masuk Pasar Tradisional, Tapi Warga Inginkan Begini

Pemerintah Kabupaten Sumedang belum menerapkan aturan yang mengharuskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pasar tradisional.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Suasana Pasar Sandang Sumedang, Kamis (30/9/2021) sore. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang belum menerapkan aturan yang mengharuskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pasar tradisional.

Wacana penggunaan aplikasi tersebut berkembang di Indonesia sebagai langkah untuk screening (penyaringan) yang dilakukan pemerintah melalui Satgas Covid-19 di daerah, terhadap pedagang dan pengunjung pasar.

"Belum, belum ditindaklanjuti dan diterapkan, kemarin saya sudah konsultasi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag), katanya wajib menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sekarang lagi menyusun aplikasinya dan menyiapkan alat monitornya," ujar Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang, Deni Tanrus saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan seluler, Rabu (30/9/2021).

Menyongsong rencana itu, Diskop UMKM Perindag Sumedang telah menyiapkan dua pasar tradisional di pusat kota Sumedang sebagai percontohan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Sta dar Operasional Prosedur (SOP) PeduliLindungi itu akan diterapkan mula-mula di Pasar Inpres dan Pasar Sandang Sumedang. 

"Targetnya pada bulan Oktober 2021, Pasar Inpres dan Pasar Sandang sudah bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi," ucap Deni. 

Deni menyebutkan, sebanyak 34 pasar tradisional di Sumedang dipastikan bakal menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pasar. 

"Rencananya semua pasar tradisional di Sumedang akan menerapkan aplikasi peduliLindungi. Kami tengah mengajukan anggarannya dan saat ini masih dalam proses pendaftaran aplikasi PeduliLindungi, dan menyiapkan sarana prasarananya," ucap Deni. 

"Hingga saat ini, sosialisasi penerapan aplikasi peduliLindungi ini terus dilakukan kepada masyarakat," ujar Deni, menambahkan. 

Evi Nuraeni (32), pengunjung Pasar Sandang Sumedang mengaku keberatan akan rencana penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional.

Menurutnya, penerapan aplikasi tersebut dinilai bakal membingungkan pengunjung pasar. 

"Setuju tidak setuju, pasti bakal membuat bingung penggunjung, soalnya belum semua warga familiar dengan aplikasi tersebut, " kata dia saat ditemui di Pasar Sandang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved